Breaking News
recent

Sekjen PDIP: Sejak Dulu Ibu Mega Sayang Ahok

BeritaIndependent.Com | Terkait Pilkada DKI Jakarta 2017, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sangat jeli melihat PDIP merupakan salah satu aset penting yang tidak boleh diambil oleh calon lainnya. Maka tidak heran Ahok dalam berbagai kesempatan selalu menyebut jika dirinya sangat dekat dengan Megawati Soekarno Putri.

Hari ini, kembali Ahok mengaku kalau nasibnya dalam Pilkada DKI Jakarta ada di tangan Hasto Kristiyanto. Pasalnya, untuk mendapatkan dukungan dari PDIP, ia harus memperoleh tanda tangan dari pria kelahiran Yogyakarta, 7 Juli 1966 itu yang saat ini sebagai Sekjen PDIP.

“‎Pak Hasto yang akan mengatur, apakah akan memutuskan Ahok-Djarot atau pasangan yang lain, kita enggak tahu,” kata Ahok kepada awak media, di Jakarta.

Ahok mengakui ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi seperti Persetujuan anggota partai dan dukungan tertulis dari anggota partai.

“Kamu tanya sama Pak Hasto, saya ga tahu mereka ada prosedur seperti itu,” kilahnya.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke DPP PDI, Hasto Kristiyanto, membantah isu yang menyebutkan kalau DPP PDIP telah memutuskan Ahok-Djarot dalam Pilkada nanti.

"Belum. Belum ada keputusan, semuanya masih dalam kajian DPP PDIP. Nanti pada saatnya Ibu Mega yang memberitahu," jelas Hasto.

Perihal kunjungan Ahok ke Kantor PDIP Hasto membenarkan, juga terkait hubungan "mesra" Ahok dengan Ibu Megawati.

" Ya semua orang tahu, ada kedekatan antara Ibu dan Pak Ahok. Sejak dulu Ibu Mega sayang Ahok. Hubungan pribadi antara keduanya baik, namun terkait Pilkada belum selesai. Kita lihat dinamika dan perkembangannya nanti," kata Mas Hasto.

(Inggrid/R-007)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.