Breaking News
recent

Pria Mengaku Nabi di Karawang Ternyata Pecandu Miras

BeritaIndependent.Com | Nabi palsu Abdul Muhjib yang mengiming-imingi warga Karawang 'tiket' masuk surga Rp 2 juta, sempat diamankan polisi. Namun, Abdul kemudian dilepaskan dan dipulangkan ke padepokan asalnya di Subang, Jawa Barat.

Menurut Wakapolres Karawang Kompol Eko Prasetyo saat dikonfirmasi, membenarkan Abdul merupakan warga asli Pangkalan, Karawang. Namun, sejak ia dilaporkan masyarakat ke MUI atas dugaan penistaan agama, polisi kemudian mendatangi rumahnya pada Kamis (4/8) kemarin.

"Memang kalau dia tinggalnya di situ (Pangkalan), cuma setelah kejadian itu, dia memilih kembali ke padepokannya. Ya sudah, kita biarkan di situ dulu," tutur Eko.

Eko menjelaskan, dikembalikannya Abdul ke padepokannya di Subang setidaknya untuk membuat warga Pangakalan menjadi tak resah seperti sebelumnya. "Ya, pokoknya tidak meresahkan," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Pangkalan AKP Agus Wahyudin menyatakan, polisi masih dilema untuk menahan Abdul Muhjib. Alasannya, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti. "Tapi kalau kita tidak tahan, kondisi warga di sana (Desa Medal Sari), sudah tidak kondusif," katanya.

Dia menambahkan, kasus ini sudah diserahkan Polsek Pangkalan ke Polres Karawang. Terkait dugaan penipuan masuk surga, polisi juga masih memeriksa para pelapor. "Kasus ini akan kami serahkan ke tingkat Polres untuk ditangani lebih lanjut," tuturnya.

Kasus ini bermula pada Januari 2015. Saat itu Abdul Muhjib dan 5 rekannya mendirikan Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama di Medal Sari, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Karawang. Mereka menyebarkan ajarannya dengan iming-iming masuk surga. Tetapi tidak gratis, pengikut yang ingin masuk surga harus membayar Rp 2 juta.

Muhjib yang mengaku nabi meminta pengikutnya untuk mengucapkan syahadat yang telah dia rombak. Adapun kalimat syahadat versi Muhjib adalah 'Asyhadu an-laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhjib da rasuulullaah' (Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhjib utusan Allah).

Aksi Muhjib ini sangat meresahkan warga. Warga Medal Sari lalu melaporkan Muhjib ke MUI Karawang. Setelah itu, MUI meminta Muhjib dan 5 rekannya untuk bertobat. Muhjib juga menandatangani surat perjanjian dengan MUI dan warga untuk tidak menyebarkan ajarannya.

Namun, pada 3 Agustus 2016, Muhjib berulah lagi. Dia kembali menyebarkan ajarannya. Warga pun geram karena perjanjian tersebut dilanggar.

Muhjib langsung digelandang ke Polres Karawang untuk ditelusuri lebih dalam kasusnya. Polisi juga belum mengetahui sudah berapa warga yang terkena tipu muslihat Muhjib dengan menyerahkan "biaya masuk surga" Rp 2 juta.

Kemarin Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama, tempat tinggal Nabi palsu Abdul Muhjib dan pengikutnya dirusak massa. Itu dilakukan warga sekitar setelah sang nabi palsu diamankan polisi.

Kondisi bangunan padepokan saat ini rata dengan tanah dan terlihat hanya reruntuhan bangunan. Perusakan itu dilakukan warga lantaran geram terkait penyebaran agama dilakukan Abdul Muhjib.

Dari lokasi Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama yang dirusak massa itu, massa menemukan puluhan botol bir. Puluhan botol bir itu diduga milik pria yang mengaku nabi tersebut.

"Ngaku nabi bisa masuk surga, pantesan aja wong kerjanya mabuk begini. Lihat tuh banyak banget botol bir," kata Dadang Rustawi, salah seorang RT setempat.

Hingga berita ini diturunkan, Sang nabi palsu itu tengah menjalani proses penyidikan di kantor Polsek Pangkalan, Karawang. (R/TH)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.