Booking.com
Breaking News
recent

Pengamat: Kalau PDIP Tak Mendukung, Ahok Bisa Gigit Jari

BeritaIndependent.Com | Pengamat sosial politik, Ubedillah Badrun, menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama sedang galau. Sikap itu terbaca dengan berharapnya Ahok mendapat dukungan dari PDIP, meskipun sudah didukung oleh tiga partai + 1 juta KTP temenAhok.

"Ahok tak yakin bakal menang dan dia takut kalah jika tidak diusung oleh PDIP," kata Ubedillah di Jakarta, Minggu, (28/8).

Terkait isu Ahok  akan diangkat oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menurut Ubedillah Badrun, hal itu mungkin saja terjadi sebagai kompensasi dari Presiden Jokowi kepada Ahok, jika PDI-P benar-benar tidak akan mengusungnya sebagai cagub DKI.

Baca Juga:  Cegah Kisruh Pilkada DKI Jakarta, Direktur The Presiden Centre Sarankan Jokowi Angkat Ahok Sebagai Menteri

Namun dikatakan Ubed, Ahok juga harus berhati-hati. Resistensi publik akan tinggi terhadap Ahok jika ia diangkat menjadi Menteri ESDM. Hal ini lantaran pengalaman Ahok yang minim dalam urusan ESDM. Ahok hanya berpengalaman di bidang eksekutif, pernah menjabat Bupati dan Gubernur daerah.

"Secara kapasitas, Ahok pasti dipertanyakan. Kedua, Ahok ini bukan representasi siapa-siapa, bukan orang parpol. Saya menduga resistensi publik akan negatif," kata Ubed seperti dirilis RMOL.

Jika kemudian resistensi publik negatif, Ubed menilai kemungkinan Presiden Jokowi tidak akan berani mengambil risiko mengangkat Ahok jadi Menteri ESDM. Sedangkan, PDIP tetap kekeuh tidak akan mengusung Ahok sebagai calon gubernur.

"Kalau itu terjadi, Ahok selesai. Ahok gigit jari, Menteri ESDM gak dapat, cagub gak jadi," katanya.

Namun yang harus dinilai publik, lanjut Ubed, Jokowi hanya akan memberikan kompensasi kepada Ahok agar Ahok tidak mengeluarkan tindakan yang merugikan Jokowi sebagai presiden.

"Kalau Ahok diangkat jadi Menteri ESDM, itu lahan sangat basah, dia bisa mengumpulkan modal yang sangat banyak, untuk 2019. Ini kan sudah industri politik, saya menduga Jokowi-Ahok pada Pilpres 2019," imbuhnya.

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...