Booking.com
Breaking News
recent

Nasib Ahok Diujung Tanduk, PDIP: Bila 1 Partai Pendukung Membelot Basuki Tamat

BeritaIndependent.Com | Kubu Ahok saat ini sedang panas dingin menyusul pernyataan petinggi PDIP yang menyebut tiga Partai pendukung Ahok belum final. Kondisi politik yang dinamis memungkinkan Partai Hanura, Golkar dan Nasdem bisa saja balik kanan dan merubah haluan menyusul penolakan terhadap Ahok di jakarta kian santer.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan spanduk terkait penolakan Ahok kini makin gencar di pasang di mana-mana. Bahkan di jakarta Utara nyaris di setiap kelurahan ada spanduk "Tolak Ahok".

Semengara itu 1 Juta KTP yang selama 3 bulan lalu di dengung-dengungkan TEMEN AHOK ternyata hoax (tak dipakai untuk daftar), nasib Ahok sekarang tergantung parpol. Dan namanya politik, apapun bisa terjadi.

Pelaksana Tugas Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Bambang DH menyebut dukungan Partai Golkar, Hanura, dan NasDem kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih bisa berubah.

"Kalau satu partai dari pendukung Ahok ikut kami, gimana? Bisa maju enggak dia (Ahok,-red)?" ujarnya saat ditemui di Restoran Bunga Rampai, Jakarta, Senin (8/8/2016), dikutip Tribunnews.

Dijelaskannya, satu pasang calon yang maju melalui jalur partai politik minimalnya harus mengantongi 22 kursi di DPRD DKI.

Dengan syarat tersebut, bila satu partai politik yang kini mendukung Ahok tiba-tiba membelot, dipastikan Ahok tidak bisa mencalonkan diri.

"Nah makanya saya tanyakan lagi, apa benar dia akan maju? Pasti atau enggak nih petahana ini bisa maju?" jelasnya.

Seperti diketahui, jadwal pencalonan pendaftaran untuk jalur independen sudah ditutup, Minggu (7/8/2016) kemarin. Dan Ahok tidak mendaftarkan lewat jalur independen, sehingga nasibnya kini tergantung pada parpol pengusung.

Pendaftaran calon pada Pilgub DKI 2017 lewat jalur parpol akan dilakukan pada 19-21 September mendatang.

Dari perolehan kursi DPRD DKI, hanya PDIP (28 kursi) satu-satunya parpol yang bisa usung calon di Pilgub DKI 2017 tanpa koalisi.

(Udin Labo/PP/TribunNews)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...