Booking.com
Breaking News
recent

Nasehat Syech Ali Jabber Kepada Pencuri Mobilnya Bikin Bandit Ini Menangis

BeritaIndependent.Com | Dai kondang Syeh Ali Jabber kemarin dipertemukan dengan tersangka pencuri mobilnya, masing-masing  MW (35), MD (32), dan (BS) 27 di halaman Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya (19/8).

Ketika dipertemukan dengan tersangka, bandit ulung yang sudah berulang kali mencuri mobil ini langsung memohon ampun lalu mencium tangan Syeh Ali Jabber.

Syeh Ali Jabber tak marah ketika bertemu dengan tiga bandit ini. Sebaliknya, dai ini justru memberi nasehat yang membuat salah seorang diantaranya menitikkan air mata dan menangis.

“Saya bukan sedih karena kehilangan mobil, tapi saya sedih perjuangan dakwah saya terhambat karena mobil hilang. Saya menggunakan mobil itu untuk membagi Alquran atau kurma pada masyarakat yang saya temui,” ungkap Syech Ali.

Usai itu, lalu Syeh Ali berdoa didepan para tiga bandit itu.

“Saya berdoa dan berharap kalian memperoleh hidayah dari Allah dan segera bertobat. Jadikan peristiwa ini menjadi hikmah,” nasehatnya.

“Dan ini apa yang terjadi kamu ambil hikmah. Jangan kita malu sudah berbuat salah, lebih malu lagi orang yang tidak mau bertaubat,” imbuh Syech.

Kepada tiga bandit itu Syech Ali berpesan agar tidak melupakan  shalat dan berdoa.

“Yang pertama shalat. Kunci kalau kita ingin selamat dan bahagia di dunia yang pertama adalah sholat. Apa pun yang terjadi jangan tinggalkan sholat. Kemudian selalu berdoa,” katanya.

Ihwal pencurian mobil Syech Ali terjadi pada 21 Februari 2016 lalu. Saat itu, usai Syech Ali menjalankan shalat subuh, dan mendapati mobil yang diparkir di depan masjid telah raib.

Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya AKBP Andi Adnan mengatakan, tiga pelaku hanya butuh waktu 5 detik bermodalkan kunci letter T dan gunting, serta alat bor untuk mencuri mobil tersebut.

“Menurut pengakuan tersangka, mereka sudah 30 kali aksi dan melakukannya itu sejak 2014. Dan selama dua tahun terakhir mereka mencuri sudah 18 mobil,” kata Andi.

Dikatakan, kawanan ini biasanya menyasar mobil yang diparkir di pinggir jalan atau di halaman yang tidak ada pengamanannya. Sebelum beraksi mereka terlebih dahulu melakukan survei menggunakan sepeda motor.

“Kunci mobil ini dirusak oleh pelaku dengan menggunakan kunci leter T. Untuk membongkar rumah kunci mereka menggunakan alat bor kemudian nanti dipasang kunci duplikat. Alarm juga diputus oleh mereka,” pungkas Andi.

Mobil hasil curiannya lalu dijual ke penadah sekitar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta tanpa dokumen dan dijual di kawasan Jakarta, Lampung dan Jawa Tengah.

“Mobil milik Syeikh Ali Jabber kami temukan di rumah penadah yang buron, di kawasan Lampung," katanya. (Dea/R)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...