Booking.com
Breaking News
recent

MUI akan Mengaktifkan Kembali Tim Penanggulangan Terorisme

BeritaIndependent.Com | Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin mengatakan terorisme bersumber dari radikalisme yang terbentuk akibat distorsi pemahaman. Oleh karena itu, langkah yang ditempuh adalah memberikan pemahaman yang benar melalui buku, ceramah, diskusi,  internet, dan media lainnya.

Demikian hal tersebut disampaikan Ma'ruf dalam pertemuan dengan Suhardi Deputi I BNPT Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Direktur Pencegahan Brigjen Pol Hamidin, dan Direktur Perlindungan Brigjen Pol Herwan Chaidir.

"Yang lainnya hanya pemicu, tapi aspek pokoknya itu pemahaman yang salah. Itu yang akan kami betulkan di masyarakat melalui berbagai cara," kata Kiai Maruf, hari ini.

MUI juga akan menyasar orang-orang yang sudah terkena paham radikal, baik yang pernah menjalani hukuman maupun yang belum, termasuk anak-anak, untuk mengembalikan mereka kepada paham yang benar.

Kiai Maruf mengatakan MUI akan mengaktifkan kembali Tim Penanggulangan Terorisme (TPT) untuk bekerja sama dengan BNPT.

"Jika memperoleh informasi-informasi, sasaran-sasaran, gerakan-gerakan kelompok radikal tersebut maka kami akan tentukan juga arah mengatasinya," katanya.

Dalam pertemuan ini, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama-sama menanggulangi radikalisme dan terorisme di Tanah Air.

"Kami mohon bantuan kepada MUI untuk bisa menurunkan para dai-dainya atau ulama-ulamanya untuk membantu kami dalam memberikan pencerahan kepada orang-orang yang terpengaruh paham radikal termasuk kepada keluarga-keluarga," ujar Suhardi usai bertemu jajaran MUI di Kantor MUI, Jakarta, Senin.

Suhardi mengatakan pengaruh dan penyebaran paham radikal di Indonesia saat ini sudah sangat luar biasa. Penyebaran paham radikal itu berhubungan dengan konsep-konsep agama ataupun akidah yang artinya ada suatu konsep semacam jihad ektrem.

"Yang bisa meluruskan itu adalah para ulama. Jadi, kami ingin bekerja sama dengan para ulama di mana pun berada karena jaringan para ulama ini ada mulai dari tingkat pusat sampai pelosok daerah atau desa," katanya.

(Umi/Antara)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...