Booking.com
Breaking News
recent

Kesal dengan Ibunda, Anak Koster Rusak dan Lempar Patung Yesus ke Sungai

Patung Bunda Maria yang Dilempar ke Sungai [foto:sesawi.net]
BeritaIndependent.Com | Pelaku perusakan dua patung rohani di Gereja Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun, Kecamatan Jogonalan terungkap. Polres telah menetapkan anak salah satu karyawan gereja atau koster sebagai tersangka.

Tersangka pelaku itu bernama Ignatius Rendi Relianto, 21 tahun, anak dari Marsono yang bekerja sebagai koster atau penjaga di gereja tersebut.

Menurut Kapolres Klaten AKBP Faizal, anak koster itu masih berstatus sebagai mahasiswa. Keluarga koster itu selama ini tinggal di lingkungan gereja. Dalam pemeriksaan Rendi mengakui melakukan perusakan patung Yesus serta melemparkan patung Maria ke sungai yang ada di samping gereja.

Kapolres menuturkan selain menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), ada 20 saksi yang diperiksa dalam penyelidikan kasus tersebut.

“Kami juga mapping di sungai dan gereja. Kami sudah memutuskan pada Senin [15/8/2016] malam dari hasil pemeriksaan dan pengakuan, pelaku berinisial R. Pelaku merupakan putra salah satu koster yang tinggal di lingkungan gereja. Artinya, masih dalam rumah tangga keluarga besar di lingkungan gereja,” kata Faisal.

Dari olah TKP dan pemeriksaan terhadap Rendi, motif pelaku merusak dua patung rohani di gereja setempat lantaran kesal dengan ibunya. Sebelum aksi perusakan patung terjadi, pada Selasa (9/8/2016), Rendi diminta membantu pekerjaan ibunya.

“Sebelumnya dia diminta mengerjakan pekerjaan ibunya. Waktu itu ibunya marah-marah kepada R. Dia mengaku saat itu dalam kondisi sakit dan habis berobat di Tegalyoso [RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro]. Karena kesal, sementara di rumah R melihat ibunya mengerjakan pekerjaan sekolah karena ibunya ini seorang guru, adiknya atau keponakannya sedang bermain playstation, ayahnya sedang bersitirahat. R keluar merobohkan patung Yesus dan bunda Maria dilempar ke sungai. Aksi perusakan sekitar pukul 13.15 WIB,” kata dia.

Aksi tidak terpuji ini  terekam  dan pengakuan Rendi diperkuat keterangan saksi yang tak lain teman Rendi sendiri.

Teman tersangka itu sempat menanyakan keberadaan Rendi di gereja. Kepada temannya, Rendi mengakui jika dirinya melakukan perusakan patung yang ada di gereja.

Atas perbuatannya itu Rendi akan dijerat Pasal 406 KUHP tentang perusakan barang milik orang lain dengan ancaman hukuman 2 tahun delapan bulan.

“Dari ancaman hukumannya, memang tidak dilakukan penahanan. Tetapi, proses penyelesaian berkas terus berlangsung. R kami perintahkan untuk wajib lapor setiap hari. Dari hasil pemeriksaan juga aksi itu dilakukan seorang diri,” kata dia.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan selain melibatkan aparat polres, pemeriksaan kasus itu melibatkan aparat dari polda.

“Kejadian ini murni ada permasalahan keluarga yang tinggal di dalam lingkungan gereja. Untuk kerukunan umat beragama, inshaaAllah di Klaten akan selalu kami jaga,” katanya.

Perusakan terkait patung Yesus dan Bunda Maria yang berada di sekitar altar gereja beralamat di Dukuh Minggiran, RT 001/RW 004, Desa Plawikan, Jogonalan itu sebelumnya sempat menimbulkan kecurigaan bahwa pelakunya adalah ormas islam. Namun dengan keterangan polisi ini berita yang sempat tersiar itu terbantahkan alias hoax. (Umi/Ekpos/R-008)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...