Booking.com
Breaking News
recent

Kebodohan Pemerintah RI dan Cipoa Singapura

INDONESIA Negara yang kaya raya, mengapa rakyatnya jatuh miskin? Inilah pertanyaan yang diajukan teman saya Liza Hubble, seorang peneliti Amerika Serikat (AS) kepada saya. Mendapat pertanyaan semacam itu, saya hanya bisa menggeleng. Kemudian dia menanyakan lagi, dan mengapa Singapura yang Negara miskin, tetapi rakyatnya kaya raya? Saya semakin bingung untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut. Rupanya Liza tahu kebingungan saya, maka dia mencoba menjawab pertanyaannya sendiri.

Beginilah jawaban dan analisanya Indonesia Negara kaya tetapi rakyatnya miskin, karena pemerintah kita bodoh. Misalnya dalam eksploitasi minyak dan gas bumi yang menjadi andalan tambang Indonesia.

Minyak Indonesia adalah nomor satu kualitasnya, karena kadar sulfurnya rendah. Minyak kita mutunya jauh lebih baik dibanding minyak asal Timur Tengah yang banyak mengandung sulfur. Dengan kualitas minyak kita yang cukup bagus, mestinya kita bisa menjual minyak dengan harga tinggi. Namun karena kebodohan kita, minyak yang bermutu bagus itu kita jual dengan harga rendah. Dan lebih unik dan ironisnya, minyak yang kita pakai justeru minyak asal negara-negara arab yang rendah mutunya. Mengapa? Karena semua kilang minyak, terutama kilang minyak besar, seperti kilang minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur, Di Plaju dan Dumai kawasan Sumatera dan Riau, serta Cilacap Jawa Tengah bukan didesign untuk mengolah minyak kita.

Empat kilang besar yang kita miliki itu didesign untuk mengolah minyak asal Timur Tengah. Maka mau atau tidak, terpaksa kita menerima minyak Timur Tengah untuk dikonsumsi di dalam negeri. Lucunya, minyak kita yang mutunya bagus malah yang mengolah Singapura. Sehingga tidak heran, jika Singapura yang banyak mengeruk keuntungan dari hasil tambang kita. Dan perlu dicatat, harga minyak kita yang telah diolah di Singapura jauh lebih tinggi di pasar internasional dibanding minyak asal Timur Tengah. Maka sangat wajar pula jika negara kita yang kaya, namun rakyatnya tetap saja miskin. Karena pemerintah yang mestinya memproteksi terhadap seluruh kekayaan alam Indonesia, hanya karena beberapa lembar dolar, para oknum yang menjabat dengan mudahnya terlena dan memberi keleluasaan kepada asing untuk mengeksploitasi kakayaan kita seenaknya.

Dan ini tidak hanya untuk minyak, tetapi juga berlaku untuk gas bumi. Dengan banyak cadangan gas bumi di Indoensia, misalnya di kawasan Sulawesi Barat (Sulbar), rakyat Indonesia seharusnya kaya raya. Sebab kandungan gas yang ada di Sulbar kabarnya nomor tiga terbesar di dunia. Namun fakta menyebutkan, masih banyak rakyat Indonesia yang miskin. Bahkan saking miskinnya banyak anak-anak Indonesia yang bunuh diri. Misalnya seperti kejadian yang melanda keluarga Akbar di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Akbar dan isterinya adalah perantau asal Aceh. Mereka datang ke Jakarta dengan maksud mengadu nasib atau mencari keberuntungan. Namun bukan kemakmuran yang didapat, tetapi kemiskinanlah yang mendera mereka.

Dan akibat kemiskinan tersebut, sehingga anak laki-laki Akbar yang masih duduk di sekolah dasar (SD) bunuh diri. Karena tidak lagi sanggup menanggung derita keluarga dan tidak sanggup menanggung kemiskinan, anak laki-laki pasangan Akbar dan Syariah itu akhirnya mengakhiri hidupnya. Ini pasti tidak akan terjadi, jika pemerintah kita cukup cerdas. Kemiskinan yang ada pasti akan kita tanggulangi jika pemerintah tidak tunduk terhadap kemauan asing dan mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Ini semua terjadi disamping sebagai akibat kebodohan kita. Juga karena pintarnya Singapura dan Negara pendukungnya menipu, membodohi, dan mecipoa Indonesia. Sungguh malang benar nasib kita Negara kaya, tetapi rakyatnya miskin. Dan sungguh pintar, Singapura yang miskin tambang, tetapi mampu mendikte kita. Sehingga rakyatnya menjadi kaya raya.

Penulis : Arief Turatno



No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...