Booking.com
Breaking News
recent

Ijab Qabul Risma-Sandiaga Tunggu Restu Ibu Mega

BeritaIndependent.Com | Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dijadwalkan dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan. Pertemuan ini terkait Pilkada Jakarta 2017 dimana mayoritas petinggi PDIP DPD DKI Jakarta telah sepakat menyandingkan pasangan Risma-Sandiaga.

"Namun keputusan final menunggu restu Ibu Mega. Termasuk apakah "ijab qobul" Risma-Sandiaga jadi kita usung, juga tunggu restu Ibu Mega," demikian disampaikan petinggi PDIP yang enggan disebut namanya petang ini, di kantor DPD PDIP Tebet, Jakarta Selatan.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Ahmad Sulhy yang menyebutkan bahwa pertemuan Mega dan Prabowo akan memutuskan jago yang bakal diusung koalisi partai kekeluargaan, sebanyak 7 partai.

"Pertemuan sudah dijadwalkan. Apalagi tujuh pimpinan parpol yang dimotori PDIP dan Gerindra di tingkat DKI Jakarta sudah sepakat membentuk Koalisi Kekeluargaan," kata Sulhy.

Dia menambahkan bahwa sudah diagendakankan dalam waktu dekat ini Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri guna mematangkan strategi Pilkada DKI 2017.

Dikatakan Sulhy, dari enam parpol yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan, beberapa pimpinan parpol di tingkat pusat sudah bertemu Prabowo untuk menghadapi Pilkada DKI.

"Sampai hari ini, pimpinan Parpol yang sudah bertemu Pak Prabowo diantaranya Partai Demokrat, PKS dan PKB," imbuhnya.

Akankah, Risma-Sandiaga benar akan dipasangkan dalam Pilkada DKI mendatang?

"Kita tunggu saja, bagaimana perkembangannya nanti," Jawab Sulhy. (Beni/R)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...