Booking.com
Breaking News
recent

FPI Sesalkan Masih Ada Pejabat dan Artis Gadaikan Aqidah Demi Recehan

BeritaIndependent.Com | Menanggai kedatangan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Wakil Sekretaris Umum Divisi Jihad DPP FPI Ustadz Nazirul Al Ghobi mengungkapkan bahwa Dedi Mulyadi terindikasi memasyarakatkan syirik. Oleh karenanya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi harus ditolak.

“Track record-nya sudah jelas, memang indikasi beliau ini memasyarakatkan atau memakmurkan syirik dan ini tentu berlawanan dengan aqidah kita, tentu wajib kita lawan,” ujar Ustadz Nazirul, Rabu (10/8).

Dalam kampanye politik yang dibarengi dengan acara Pagelaran Seni Budaya bersama Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, menurut Ketua Lembaga Dakwah Front Bekasi Raya, Dedi Mulyadi tak ubahnya seperti pemimpin-pemimpin di negeri ini.

“Jadi, saya lihat dari unsur Dedi ini sendiri, dia nggak ada bedanya dengan pemimpin-pemimpin di negeri ini yang berusaha pencitraan.” tuturnya.

Ustadz Nazirul Al Ghobi juga memandang bahwa kedatangan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memiliki agenda ganda.

“Jadi, saya lihat dengan dia ke Bekasi ini, mereka punya agenda ganda sekali mendayuh dua, tiga pulau terlampaui,” katanya.

Walaupun demikian, Ustadz Nazirul Al Ghobi tidak menyebutkan secara eksplisit agenda ganda tersebut.

Lebih lanjut, Wakil Sekretaris Umum Divisi Jihad DPP FPI Ustadz Nazirul Al Ghobi juga menyayangkan musisi-musisi yang mengaku bahwa dirinya seorang muslim tetapi masih senang mendampingi pemimpin musyrik.

“Saya menyesalkan, masih ada orang-orang Islam atau artis-artis, musisi seperti Charly atau Nassar yang dianggap muslim mau bernyanyi mendampingi pemimpin musyrik dengan harga uang yang cuma receh-recehan berapa juta gitu, mereka gadaikan aqidah mereka itu.” tandasnya.

Panji Mas

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.