Breaking News
recent

FPI Serang Selidiki Kontum Paskibraka Motif Salib

BeritaIndependent.Com | Pasukan Paskibra Provinsi Banten mendapat sorotan di berbagai media sosial oleh warganya, akibat penggunaan seragam berupa jaket yang di bagian depannya bermotif salib.

Front Pembela Islam Wilayah Banten langsung mendatangi pihak Dispora Banten untuk meminta penjelasan terkait dengan penggunaan motif salib itu.

FPI Banten atas permintaan warga di berbagai media sosial, pada hari Selasa 23 Agustus 2016, langsung menyambangi pihak Dispora Banten dan diterima langsung oleh Kepala Dispora Banten Bapak Ali Fadila, dan juga Kepala Paskibraka Banten.

Berikut keterangan dari akun milik FPI, @DPP_ FPI, pihak Dispora ternyata sama sekali tidak mengetahui dan mengakui ada kesalahan dan kelalaian dan meminta maaf atas kejadian tersebut.

1. Bismillah...Atas berbagai laporan warga, FPI Kota Serang hari ini (23/8) selidiki kontum Paskibraka motif Salib.

2. Berita Paskibraka Banten yg mengenakan seragam bermotif Salib telah meresahkan masyarakat Banten. Kabar inipun jadi viral di Sosmed.

3. Siang tadi, Ketua FPI kota Serang datangi kantor Dispora Banten dan ditemui Kadispora Banten, Bpk Ali Fadila.

4. Selain Kadispora beserta staf dan jajarannya, ikut hadir pula dlm pertemuan, Kepala Paskibraka Banten

5. Inti hasil dari pertemuan: 1. Mereka mengakui ada kesalahan & kelalaian 2. Meminta maaf atas kelalaian & kesalahan tersebut.

6. 3. Pihak Dispora Provinsi Banten akan segera menarik dan menyobek kain putih yg mengesankan bentuk spt Salib.

7. Namun demikian, dihadapan Pengurus FPI kota Serang, Pihak Dispora bersumpah bahwa perbuatan tsb bukan disengaja & tdk ada niatan.

8. Utk buktikan keseriusan, dihadapan Pengurus FPI Serang, dilakukan penyobekan scr simbolis kain putih tsb.

9. Demikian kabar dr Serang, semoga hal spt ini tidak terulang kembali di tahun-tahun ke depan. Terima kasih.






FPI sendiri berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran kedepannya agar lebih berhati-hati dan teliti.

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.