Booking.com
Breaking News
recent

FPI Dukung Forum RT/RW DKI Jakarta Kumpulkan 3 Juta KTP, Pendukung Ahok Meradang

BeritaIndependent.Com | Suara rakyat adalah suara Tuhan, begitu slogan yang diusung Forum RT/RW se-DKI Jakarta dalam menggalang gerakan 3 Juta KTP dukungan untuk Calon Gubernur yang santun, Sopan dan beradap.

"Alhamdulillah, sejak dideklarasikan 3 minggu lalu, untuk wilayah timur saja sudah terkumpul 1,2 Juta KTP. Itu belum termasuk dari wilayah yang lain," kata Rudi Hartoyo, Presidium Timur Forum RT RW kepada Berita Independent, Sore tadi di Jakarta.

Menurut Rudi, dukungan yang luar biasa dari rakyat membuktikan bahwa mayoritas warga menginginkan figur pemimpin baru bagi warga DKI Jakarta yang tidak arogan.

"Jutaan KTP yang kami kumpulkan itu murni dari suara akar rumput. Tanpa biaya dan dukungan konglomerat. Animo penolakan terhadap Ahok itu sungguh diluar perhitungan kami," imbuh Rudi.

Sejak siang tadi, Panitia Forum RT RW DKI Jakarta mengelar sidang dan pendaftaran registrasi di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur.

Menurut rencana sejumlah Tokoh nasional akan hadir ba'da maghrib ini.

Tokoh yang diundang antara lain Prof DR Meutia Hatta, Dr Mochtar Pabotinggi, DR Dahrin La Ode dan Imam Besar FPI Habib Moch Rizieq serta sederet aktifis lintas Agama.

Terkait akan kehadiran Habib Rizieq dalam Forum  ini guna memberikan dukungan "3 Juta KTP warga DKI Tolak Ahok" telah membuat kubu Ahok meradang. Hal itu terlihat dari sejumlah pernyataan pro Ahok di media mainstream yang mengecam kehadiran Habib Rizieq.

Meski demikian panitia mengabaikan kecaman itu. Ketua Forum Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW) Andi Pane menyebutkan agenda gerakan tolak Ahok akan terus berjalan sesuai rencana. Bahkan pihaknya berkeyakinan mampu mengumpulkan 3 juta KTP dukungan dalam waktu kurang dari sebulan.

Optimisme Andi karena pihaknya sudah berhasil mendekati 132 dari 267 kelurahan yang ada di Jakarta atau sekitar 47 persen.

Beberapa poin yang menjadi alasan Forum Ketua RT/RW menolak Ahok di antaranya Ahok dinilai memiliki sifat arogan, tidak berpihak kepada masyarakat miskin, dan kerap melakukan penggusuran tanpa musyawarah dan solusi. (Darma)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...