Booking.com
Breaking News
recent

Dr Herbert Bensen: Sholat Menyebabkan Respons Relaksasi Terbaik Bagi Tekanan Darah

BeritaIndependent.Com | Shalat tidak hanya salah satu perintah Allah bagi umat Islam. Selain shalat merupakan ibadah yang bisa menguatkan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, ternyata dalam gerakan shalat, tersimpan beberapa manfaat bagi tubuh manusia.

Seperti dilansir Radianceweekly, Senin (8/8/2016), gerakan pada shalat meningkatkan kebugaran fisik dan kesejahteraan emosional, mengurangi kecemasan dan depresi. Energi yang dihabiskan dalam melakukan shalat lebih kecil.

Seperti diketahui, seseorang bisa berolahraga atau latihan, membuat tubuh mereka lelah dan membakar 500-700 kalori. Akan tetapi, shalat membutuhkan energi lebih kecil, namun meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi kelelahan.

Shalat bisa meningkatkan efisiensi pernapasan, sirkulasi di pembuluh darah yang mengelilingi 'alveoli' (atau kantung udara) dalam paru-paru. Ini akan membawa pertukaran gas yang ditingkatkan dan bernapas lebih dalam.

Peningkatan konsumsi oksigen ini membuat orang merasa lebih baik. Gerakan yang diulang-ulang dan teratur selama Shalat meningkatkan kekuatan otot dan daya tendon.

Tidak hanya itu, shalat meningkatkan pelumasan sendi dan gerakan mempertahankan fleksibilitas. Gerakan-gerakan ini diketahui mencegah penyakit jantung koroner, meningkatkan asupan oksigen maksimum, memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah.

Temuan ini melalui penelitian oleh Harvard University, di mana peneliti Dr Herbert Bensen mengungkap bahwa pengulangan konstan dari ayat-ayat Alquran dan zikir, ditambah dengan aktivitas otot menyebabkan respons relaksasi yang mengarah ke penurunan tekanan darah, penurunan konsumsi oksigen dan penurunan jantung serta pernapasan. (***)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.