Breaking News
recent

DPR Desak Pemerintah Telusuri Kewarganegaraan Rini Soemarno

BeritaIndependent.Com | Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu, mendesak pemerintah segera menelusuri isu kewarganegaraan ganda Menteri BUMN, Rini Soemarno. Hal itu menjadi sangat penting agar tidak terjadi lagi kejadian seperti mantan Menteri ESDM, Arcandra Tahar.

"Sampai sekarang kan belum ada informasi, baik itu Imigrasi, Kedutaan ataupun Kementerian Luar Negeri. Apakah dalam hal ini negara sudah melakukan pengecekan? Sampai sekarang kan kita belum tahu," kata Masinton kepada awak media hari ini, Kamis (18/8/2016).

Dia menyebutkan, masalah kewarganegaraan ini menyangkut dua aturan negara yang berbeda.

"Ini kan juga menyangkut dua azas yang berbeda. Kalau di Amerika Serikat, orang yang lahir di sana langsung diangkat sebagai warga negara," katanya.

Apalagi katanya, Rini adalah seorang penyelenggara negara. Jangan sampai, ada kepentingan negara lain yang disusupi.

"Negara harus menelusuri, karena dia pejabat negara," kata Masinton.

Data pada Wikipedia menyebutkan Rini Mariani Soemarno atau biasa dikenal Rini Soemarno (lahir di Maryland, Amerika Serikat, 9 Juni 1958; umur 58 tahun) adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 oleh Presiden Jokowi sejak 26 Oktober 2014.

Rini merupakan Sarjana Ekonomi lulusan 1981 dari Wellesley College, Massachusetts, Amerika Serikat. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Gotong Royong tahun 2001 hingga tahun 2004.

Pada masa kecilnya, Rini pernah berpindah Amerika Serikat, Jakarta, dan Belanda karena tugas ayahnya. Rini mendalami studi ekonomi di Wellesley College, Masschusetts, Amerika Serikat pada tahun 1981. Setelah lulus, Rini sempat magang di Departemen Keuangan Amerika Serikat dan memulai karirnya dengan bekerja di Citibank Jakarta pada tahun 1982.

Ayahnya, Soemarno, merupakan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Kabinet Kerja III periode 1960-1962. Pada tahun 1962-1963, Soemarno masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia dan juga Menteri Urusan Bank Sentral Kabinet Kerja IV.

Kemudian mulai 1964-1966, Soemarno menjabat sebagai Menteri Koordinator Kompartimen Keuangan di empat kabinet yang berbeda. Alasan ditunjuknya sebagai Gubernur Bank Indonesia ialah karena Soemarno pernah menjabat sebagai Eksekutif Direktur Bank Internasional untuk Rekontruksi dan Pembangunan di Washington mulai 1 November 1958 hingga Oktober 1960. (R/Umi)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.