Booking.com
Breaking News
recent

Cegah Kisruh Pilkada DKI Jakarta, Direktur The Presiden Centre Sarankan Jokowi Angkat Ahok Sebagai Menteri

BeritaIndependent.Com | Atmosfir politik di Jakarta kian panas jelang Pilkada DKI Jakarta. Banyak intrik mulai dilakukan para kandidat, termasuk melakukan agenda kampanye hitam. Dikhawatirkan  Pilkada bakal kisruh, lebih-lebih bila sudah menyangkut masalah SARA.

Oleh karena itu, Direktur Eksekutif The Presiden Center, Didied Mahaswara menyampaikan gagasan agar pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta bisa kondusif, aman dan tidak terjadi perpecahan di kalangan masyarakat, maka ada baiknya Presiden Jokowi segera mengangkat Ahok sebagai pembantunya di Istana, misalnya menjadi menteri.

"Tapi dengan catatan apabila pengabdian dan kemampuan Ahok memang masih diperlukan. Kalau tidak mumpuni yang jangan dipaksakan," katanya kepada wartawan, di Jakarta, pada Sabtu (20/8).

Didied mengungkapkan, seperti saat ini di pemerintah pusat masih banyak pengaduan tentang berbagai masalah yang diajukan rakyat, tapi tidak terselesaikan dengan cepat bahkan kebanyakan kasusnya jadi  mengambang.

"Sebagai contoh, penyelesaian di bidang ekonomi, perdagangan, hukum, pertanahan dan banyak lagi yang tidak terselelesaikan dengan baik. Pengaduan dari masyarakat kepada Presiden setelah terkendala di tingkat Kementerian atau di Pemprov dan Pemda bukannya mendapat penyelesaian, melainkan justeru  dijawab melalui surat dari Presiden lewat Sekretariat Negara ke Kementerian  atau ke Kepala Daerah yang mempunyai masalah dengan rakyat,” jelasnya.

Akibatnya, lanjut dia, problemnya pun tidak kunjung selesai ada juga Keppres (Keputusan Presiden) untuk proyek pembangunan kelistrikan bukannya proyeknya dilanjutkan tapi justru dihentikan oleh level Dirut Perusahaan BUMN dan sampai saat ini tidak jelas.

“Kondisi seperti ini perlu ditangani segera dengan membentuk Unit Khusus di bawah Presiden. Dulu jaman Soeharto ada Sesdalopbang. Ahok bisa mengisinya,” saran Didied.

(Umi Khalsum/R-007)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...