Booking.com
Breaking News
recent

Angkat Menteri Statusnya Nggak Jelas, Jokowi Terancam Dimakzulkan

BeritaIndependent.Com | Polemik status kewarganegaraan Menteri ESDM Arcandra Tahar terus bergulir. Mensesneg Pratikno menegaskan bahwa Arcandra memegang paspor Indonesia. Istana sepertinya mau menyelamatkan posisi Arcandra meski di luar sana banyak yang menginginkan dia dicopot.

Tak hanya Istana, pembelaan pun datang misalnya dari eks Kepala BIN, AM Hendropriyono. Hanya saja, yang dibela masih belum jelas kewarganegaraannya..

Geger soal Arcandra bermula sejak Menteri pilihan Jokowi tersebut dituding pernah menerima kewarganegaraan Amerika Serikat di tahun 2012.

Baca juga: Soal Dugaan Dwi Kewarganegaraan Menteri Arcandra, PDIP: Itu Membohongi Presiden dan Rakyat Indonesia

“Jokowi terancam menghadapi ancaman pemakzulan andai DPR RI aktif sebagai lembaga pengawasan negara atas pelanggaran serius terhadap sumpah jabatan presiden dan pelanggaran serius terhadap UU 39 tentang Kementrian Negara,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean, dalam keterangannya beberapa saat lalu (Senin,15/8).

Munculnya skandal ini ke ruang publik, sambung Ferdinand, menunjukkan bahwa Istana telah kebobolan atas sebuah operasi khusus. Archandra Tahar tidak mungkin jadi menteri bila tidak ada orang atau kelompok orang yang boleh disebut sebagai sindikat yang mengusung nama Tahar dan mengenalkan kepada Presiden.

Apalagi, lanjut Ferdinand, Tahar bukan orang terkenal di Indonesia. Bahkan di Amerika juga bukan orang terkenal kecuali bagi komunitas orang Indonesia di Houston Texas.

“Pak Tahar tidaklah sehebat seperti yang digambarkan oleh beberapa pihak bahkan Pak Hendro Priyono dalam kultwitnya menuliskan Tahar ini sangat luar biasa, manusia langka yang harus dilindungi,” ungkapnya.

Di negara ini, tegasnya, banyak yang lebih hebat dan berintegritas serta berjiwa nasionalis.

Editor : Umi Khalsum
Sumber : RMOL

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.