Breaking News
recent

12 Jam Delay Penumpang Demo, Mereka Sebut Lion Air Pesawat Odong-odong

BeritaIndependent.Com | Manajemen Lion Air sepertinya tak ingin belajar guna memberi pelayanan yang terbaik bagi konsumennya. Hari ini, ratusan penumpang jurusan ke Bengkulu masih terlantar di Bandara Cengkareng Jakarta. Mereka terpaksa menginap di bandara karena pesawat delay lebih dari 12 jam.

Jenuh dengan janji-janji manajemen penumpang terpaksa menginap di Bandara. Bahkan menjelang pagi hari, ratusan penumpang Lion Air tujuan Bengkulu masih menunggu kepastian kapan mereka akan diantar sampai tujuan.

"Sudah hampir pukul 05.30 WIB, tapi ternyata enggak ada kabar pemberitahuan dari Lion Air. Padahal semalam janjinya pukul 05.00 WIB kita sudah disiapkan untuk boarding," ujar salah seorang penumpang Lion Air, Bobby seperti dikutip detikcom, Senin (1/8/2016) pukul 05.15 WIB.

Bobby dan ratusan penumpang lainnya masih was-was menanti kabar keberangkatan pesawat Lion Air yang akan mengantarnya sampai tujuan. Dirinya mengaku sudah terlalu lelah menunggu ketidakjelasan kabar dari manajemen Lion Air.

"Semua penumpang sudah lelah menunggu, saya sendiri enggak bisa tidur dan begadang menunggu kabar keberangkatan Lion Air," lanjut Bobby.

Bobby dan ratusan penumpang Lion Air seharusnya berangkat pada pukul 16.20 WIB sore kemarin. Namun karena alasan yang tak pasti dari pihak manajemen mereka harus menunggu dan bermalam di bandara lebih dari 12 jam.

Sebelumnya, Sejumlah Bandara mengalami penundaan penerbangan parah hingga berjam-jam lamanya. Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut menyebut gangguan penerbangan hingga menyebabkan delay parah diakibatkan oleh faktor cuaca.

Ratusan penumpang Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng yang penerbangannya tertunda berjam-jam sempat kesal dan turun ke landasan untuk demo. Setelah demo, tuntutan mereka soal kompensasi akhirnya dipenuhi.

Salah satu penumpang Lion Air JT 630 Jakarta-Bengkulu, Winry seharusnya terbang pada Minggu (31/7) pukul 15.55 WIB. Winry dan ratusan penumpang lain lalu mendapat kabar bahwa penerbangan mereka tertunda.

Selain ke Bengkulu, ternyata penerbangan Lion Air ke Lombok, Surabaya, Makassar, dan Banjarmasin juga tertunda. Bahkan, penumpang di pesawat Lion Air ke Lombok dan Surabaya yang sudah berada di pesawat diminta untuk turun lagi.

"Saya nggak ngerti, manajemen Lion Air ini gimana, janji nggak tepat. Ini pesawat apa odong-odong sich?," keluh Ridwan, salah seorang penumpang dalam pesan singkat yang dikirim ke redaksi Berita Independent, sesaat yang lalu.

Kerap Telantarkan Penumpang

Sejak didirikan pada tanggal 15 November 1999 dan mulai beroperasi pertama kali pada tanggal 30 Juni 2000 Lion Air menang sering menelantarkan penumpang.

Selain itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah beberapa kali memanggil manajemen Lion Air terkait banyaknya aduan dari masyarakat. Terakhir yang paling parah adalah kasus salah antar penumpang internasional ke terminal domestik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kemenhub bahkan mengaku memarahi manajemen Lion Air.

"Saya di ruang rapat, kan Anda (awak media) nggak lihat seperti apa. Yang salah, saya marahi," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo di Kantor Kemenhub, saat itu.

Suprasetyo tidak menjelaskan lebih lanjut soal kemarahannya kepada Lion Air.

Menurut dia, kemarahan terhadap maskapai berlogo singa itu tidak perlu ditunjukkan di hadapan media.

Lion Air merupakan salah satu bagian dari Lion Air Group yang juga menaungi maskapai lainnya seperti Wings Air, Batik Air, Lion Bizjet, Malindo Air yang berbasis di Malaysia, dan Thai Lion Air yang berbasis di Thailand.

(Agung Triadi)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.