Booking.com
Breaking News
recent

Zeng Wei Jian: Rakyat Jakarta Bersatu Hancurkan Rezim Gubernur Zolim

BeritaIndependent.Com | Senin, 18 Juli 2016, pukul 10.30 malam. Saat ini saya berada di Kampung Aquarium, bersama aktifis Wignyo Prasetyo (Ketua Jaringan Nasional Indonesia Baru). Melihat persiapan aksi "long march ke istana" yang sedianya akan berlangsung pada hari rabu jam 7 pagi.

Spanduk undangan dan brosur sudah dicetak Bung Lieus Sungkharisma. Beberapa elemen sudah nyatakan ikut dan akan kirim delegasi. Antara lain KSPI (Said Iqbal), Nelayan Muara Angke, KPM (Komunitas Pendaki Muslim), JMP (Jaringan Merah Putih) dan Badan Relawan Nusantara. Mulai besok beberapa elemen akan bermalam di Kampung Aquarium. Tidur di tenda, di atas puing.

Suasana malam di sini sunyi, gelap, tanpa nyamuk. Angin mendesir dari laut tanpa halangan, dingin. Hanya ada reruntuhan puing bekas gusuran. Berserakan. Nasib sekitar 300-an warga yang tolak relokasi masih tanpa kejelasan. Bagi saya, dampak penggusuran Ahok bisa masuk kategori "bencana sosial".

Dahulu, bakal presiden Jokowi pernah datang ke wilayah ini sebanyak 3x. Di sini basis PDI-P. Pak Doel (55 tahun) adalah keturunan keluarga PNI, loyalis Bung Karno. "Pak Jokowi pernah bilang ngga akan gusur warga sini kepada istri saya," kata Pak Doel.

Setelah Jokowi jadi presiden, Ahok menggusur 4 RT di kawasan Kampung Aquarium. Sekitar 200 rumah warga dibulzoder. Jokowi diam saja. Sekarang area 2 hektar ini hanya ditutupi puing, tenda-tenda dari Jenderal Prabowo, posko-posko triplex dan bambu. Ga ada lagi senda gurau bocah dan suara-suara orang hidup.

Malam ini, Wignyo pake celana pendek. Gayanya memang casual. Edot tampak lelah. Matanya sembab. Kurang tidur. Begitu juga dengan istrinya, Dharma Diani. Mereka tampak letih. Mereka satu dari ratusan korban gusuran. Sumber rezeki mereka dieliminasi secara abnormal.

Edot dan para pimpinan warga sedang mempersiapkan acara "Menagih Janji Presiden". Wajar mereka lelah. Mereka nyaris hopeless. Mereka bagai warga negara unwanted. Harapan terakhir mereka adalah Presiden Jokowi yang pernah jadi korban penggusuran saat berusia 12 tahun.

"Sakit rasanya digusur," kata Jokowi.

Warga korban gusuran Kampung Aquarium berharap dan mengundang semua warga DKI Jakarta berkumpul di sini, nanti pada tanggal 29 Juli 2016. Bersama-sama menagih janji presiden.

Saya membayangkan sebuah perhelatan dari sedemikian banyak warga dan tokoh masyarakat. Mestinya, masalah nasib korban gusuran Kampung Aquarium adalah persoalan seluruh Jakarta. Bila warga tidak bersikap, maka penggusuran serupa bisa terjadi di wilayah mana saja. Warga akan tetap dilabeli "penduduk liar", gembel, kumuh, mengkoloni 'tanah negara', penjahat dan lain-lain stereotype. Hanya karena mereka miskin.

Sudah lama rakyat tidak bersatu padu di satu lokasi. Dulu, rapat di lapangan IKADA bisa terjadi karena ada kesamaan nasib. Sekarang, kita mau bikin rapat sejenis. Indah, bila seluruh partai, ormas, mahasiswa, berbagai suku dan ras berkumpul di sini, di Kampung Aquarium. Nanti. Tanggal 29 Juli. Hari Jum'at. Kita tagih janji Pak Presiden di sini.

Ratna Sarumpaet bilang, "Insyallah Dhani Ahmad akan sumbang lagu. Undang marawish dan anak-anak muda juga."

Menurut Edot Daeng Ratte, Yayasan OI Jakut telah nyatakan bersedia isi acara pada tanggal 29 Juli nanti. "Warga Tanah Merah menyatakan akan kirim warga sebanyak 10 unit metromini," ujar Wignyo.

Wignyo akan mengundang semua kelompok miskin kota di Jakarta. Warga Aquarium berharap partisipasi semua warga yang peduli. Eq Edysa Tarigan juga akan memobilisir para pejuang kota untuk back-up warga tergusur ini.

Bila Menko Rizal Ramli hadir, ada juga aktifis Andi Arief, Habiburokhman Asli dari Gerindra, Iwan Fals, Hj. Rhoma Irama, Reike Diah Pitaloka, Masington Pasaribu, Haji Lulung, Bpk Sjafrie Samsudin, Poppy Dharsono, Tantowi Yahya, Marissa Haque, Budiman Sujatmiko, Daniel Johan (wasekjen PKB), Jaya Suprana, HS Dillon, Jenderal Joko Santoso, Jenderal Suryo Prabowo, Jenderal Saorip Khadi, Sandyawan Sumardi, Marco Kusumawijaya, JJ Rizal, Boy Sadikin, Amien Rais, Dien Samsudin, Sri Bintang Pamungkas, Yusril Izha Mahendra, Prof Romli, Eddie Kusuma, puluhan kyai NU dan segenap PP Muhamadiyah bisa berkumpul nanti di hari H maka itu akan menjadi awal dirajutnya kembali asah kita sebagai satu bangsa.

Ya itu akan jadi sesuatu yang indah. Warga yang dimarginalkan itu mestinya akan merasa bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa mereka masih punya saudara yang peduli.

MARI GABUNG. HANCURKAN REZIM GUBERNUR ZOLIM !!

Zeng Wei Jian

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...