Booking.com
Breaking News
recent

Yusril: Soal Imigran Gelap Cina Ancaman Serius Kedaulatan Bangsa

BeritaIndependent.Com | Menanggapi maraknya imigran gelap China yang masuk ke Indonesia, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa persoalan ini akan menjadi ancaman serius bagi kedaulatan bangsa.

Berikut pendapat Yusril yang di publis via akun @Yusrilihza_Mhd beberapa saat yang lalu:

1. Pemerintah RI membebaskan visa kepada banyak negara dengan alasan untuk meningkatkan arus wisatawan

2. Negara2 yang tergolong miskin dan cenderung meninggalkan negaranya karena alasan politik dan ekonomi jg diberi bebas visa

3. Negara2 Afrika dan Asia Selatan, China, Myanmar dll diberi bebas visa, tanpa perhitungkan dampak sosial dan politiknya bagi negara kita

4. Kini imigran gelap yang datang menggunakan fasilitas bebas visa mulai memusingkan kita

5. Kesalahan kita yg lain juga menyetujui masuknya pekerja China sebagai bagian dari syarat investasi dan pinjaman pemerintah kpd China

6. Syarat spt itu harusnya ditolak karena Indonesia akan dibanjiri pekerja China yang merampas kesempatan kerja rakyat kita sendiri

7. Pekerja China yg konon akan datang sampai 10 juta itu jelas tdk mudah untuk dikontrol. Sebagian besar mrk pasti takkan kembali ke China

8. Kedatangan pekerja asing yg bgt besar dapat menimbulkan persoalan sosial, politik, ekonomi dan keamanan dalam negeri

9. Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan membolehkan datangnya pekerja asal China ini demi kedaulatan bangsa dan negara kita

10. Kepentingan nasional dan kepentingan rakyat kita sendiri adalah di atas segala kepentingan yg lain. Demikian twt saya. Salam hormat

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menyatakan telah mendapat laporan mengenai banyaknya imigran gelap yang masuk ke Indonesia. ‎Laporan itu diketahuinya saat melakukan teleconference dengan seluruh jajaran Kantor Wilayah di seluruh Indonesia, di Kementerian Hukum dan Ham, Jakarta Selatan, pada Selasa lalu.

‎Dalam perbincangan langsung melalui sambungan ‎video jarak jauh itu, Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Riau, Sutrisno menjelaskan di tempatnya bekerja terdapat 1.052 imigran gelap.

Para imigran gelap tersebut ditempatkan di delapan tempat penampungan sementara. Namun pihaknya kewalahan menangani banyaknya imigran gelap tersebut.

Sutrisno berharap, Yasonna dapat mendorong pemerintah untuk membuat payung hukum sebagai dasar penanganan imigran gelap. Bahkan, Sutrisno juga menginginkan agar Indonesia berani menolak masuknya gelombang imigran gelap.

‎"Masalah ini mohon untuk didorong untuk diberikan payung hukum yang jelas. Mohon ada keberanian kita untuk paling tidak menolak agar mereka tidak berbondong masuk ke tempat kita," pinta dia dalam teleconference.

‎Yasonna mengakui bahwa pemerintah memang belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) baku dalam menangani imigran gelap.

(Udin Labo)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...