Booking.com
Breaking News
recent

Wow.. Mantan TKW dari Malang Ini Menjadi Penasehat Presiden Obama

BeritaIndependent.Com | Seorang perempuan Indonesia bernama Immatul Maisaroh menjadi salah satu penasihat Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama.

Ima, sapaan Immatul, dijadwalkan akan berpidato di depan delegasi Konvensi Nasional Partai Demokrat, yang diselenggarakan di Kota Philadelphia, Negara Bagian Pennsylvania, pada Selasa hari ini.

Ima merupakan warga RT 24 RW 03 Dusun Krajan, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bekas tenaga kerja wanita itu lahir di Kanigoro pada 26 Maret 1980 sebagai anak sulung dari tiga bersaudara dari pasangan Turiyo, 54 tahun, dan Alimah (50).

Melalui perbincangan via BlackBerry Messenger (BBM), ia menceritakan bagaimana bisa sampai ke Amerika. "Dulu saya berhenti sekolah karena mau dikawinkan dengan orang yang tidak saya kenal. Akhirnya, saya kabur," ungkap Ima, seperti dikutip TribunNews.

Ima kemudian mendaftar ke sebuah perusahaan untuk kerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong. Karena ia tidak punya pengalaman, jadi ia harus latihan kerja. "Saya latihan kerja di Malang dan majikan saya ini punya saudara sepupu di AS. Saudaranya ini perlu pembantu, saya ditawarin. Saya senang sekali karna gajinya 150 dolar AS per bulan," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, ayah Ima -  Turiyo dan Alimah tidak tahu bila Ima kini jadi orang penting di Amerika.

“Ima itu enggak pernah cerita kerjanya apa di sana. Dia cuma bilang kerjanya ikut di kantor Presiden,” kata Turiyo di rumahnya, Senin, 25 Juli 2016.

Seingat Turiyo dan Alimah, anak sulungnya pernah cerita bekerja membantu orang-orang telantar, terutama para pekerja asal Indonesia di Amerika. Ima sendiri tidak pernah bercerita dia juga jadi korban perbudakan di negeri rantau. Dia selalu menutupi kesusahan yang dia alami selama bekerja di negeri rantau dan sebaliknya, bercerita yang senang-senang saja.

Turiyo dan Alimah tidak tahu bila sejak 2012 Ima menjadi staf di Coalition to Abolish Slavery and Trafficking atau CAST, organisasi nirlaba yang menolong Ima pada 2000 untuk kabur dari siksaan majikannya di Los Angeles. Tugas Ima di CAST sebagai koordinator para korban perbudakan dan perdagangan manusia.

Keaktifan Ima di CAST berbuah manis. Pada 2012 pula Presiden Obama menunjuk Ima menjadi salah satu anggota Gugus Tugas untuk Pemantauan dan Pemberantasan Perdagangan Manusia (PITF), kemudian per Desember 2015 mengangkat Ima menjadi salah satu dari 11 anggota Dewan Penasihat Gedung Putih.

Berikut keterangan lengkap KBRI Washington DC:
KETERANGAN PERS
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA DI WASHINGTON DC

Terkait pemberitaan adanya warga keturunan Indonesia, Sdri Ima Matul Maisaroh yang akan berbicara di Konvensi Partai Demokrat, tanggal 26 Juli 2016, berikut disampaikan penjelasan:

1. Perwakilan RI di AS (KBRI dan KJRI LA) mendengar dan mengikuti pemberitaan tersebut. Dari komunikasi KJRI LA dengan Sdri. Ima Matul Maisaroh, diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan mendapatkan undangan untuk berbicara di Konvensi Partai Demokrat,

2. Sdri. Ima Matul Maisaroh adalah diaspora Indonesia yang saat ini sudah berkewarganegaraan AS dan tinggal di Los Angeles. Konjen RI di LA, Sdr. Umar Hadi, telah berkomunikasi dengan yang bersangkutan dan mengucapkan selamat atas kesempatan yang bersangkutan berbicara di Konvensi. Sdri. Ima Matul Maesaroh adalah "survivor" human trafficking dan saat ini aktif di LSM CAST (Coalition for Anti-Slavery and Trafficking) di LA.

3. Perwakilan RI di AS, dalam hal ini KJRI, senantiasa menjaga hubungan baik dengan Sdri. Ima Matul Maisaroh. Yang bersangkutan pernah diundang untuk seminar perlindungan hak perempuan pada tahun 2015 dan berkesempatan pula memberikan pelatihan tentang human trafficking kepada staf KJRI, bulan April 2016.

4. Sebagaimana diketahui, Konvensi Partai baik Republik dan Demokrat adalah ajang untuk mengkonsolidasikan partai dan mengkomunikasikan platform partai. Isu human Trafficking merupakan bagian isu yang diperjuangkan oleh Partai Demokrat, sebagaimana isu-isu HAM lainnya.

5. Bagi Perwakilan RI di AS, sebagaimana telah disampaikan selama ini, WNI atau diaspora Indonesia diharapkan dapat terus berkiprah demi kepentingan Indonesia di manapun diaspora Indonesia berada. Tentu kita sebagai bangsa Indonesia, bisa berbangga diaspora Indonesia memberikan kontribusi dalam isu yang sangat penting yaitu human trafficking, sebagaimana yang dilakukan diaspora Indonesia yang berkiprah di PBB, World Bank, dan IMF maupun organisasi internasional lainnya.

6. Terkait isu human trafficking yang diusung, isu tersebut juga merupakan kepentingan nasional Indonesia. Isu perlindungan domestic workers yang terkait dengan isu human trafficking merupakan salah satu prioritas Polugri dan kabinet saat ini. Hal ini akan terus diperjuangkan Indonesia baik di tingkat nasional, ASEAN maupun forum multilateral.
(R-007/sumber: Tribun/Tempo/KBRI)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...