Breaking News
recent

Usai Vaksin Palsu, Giliran BPJS Palsu, DPR: Prihatin Sektor Kesehatan Kok Serba Palsu

BeritaIndependent.Com | Ketua DPR RI Ade Komarudin mengaku kecewa sekaligus prihatin atas maraknya pemalsuan di sektor kesehatan. Belum reda soal vaksin palsu, kini giliran ditemukan kartu BPJS Kesehatan palsu yang beredar di Cimahi dan Bandung, Jawa Barat.

"Saya prihatin mendengar kabar ada BPJS palsu itu. Sungguh kecewa, mengapa sektor kesehatan kita kok serba palsu?" kata Akom di Gedung parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin (25/7).

Menurut Bang Akom, maraknya pemalsuan disektor kesehatan merupakan warning yang mesti ditangani lebih serius, sebab kesehatan merupakan kebutuhan paling mendasar bagi rakyat.

"Mungkin karena itu bisnis yang sangat menggiurkan. Semua orang butuh sehat, tidak ada orang yang tidak butuh," urainya kepada awak media.

Terkait temuan baru itu, Bang Akom bersama Komisi IX, akan segera memanggil pihak BPJS dan Dewan Pengawas BPJS serta Kementeian Kesehatan, serta Badan POM untuk membicarakan masalah itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kartu berlabel Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan palsu beredar di Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat, Jabar. Warga resah lantaran ditolak penyedia fasilitas kesehatan lantaran kartu tersebut tidak terdaftar.

Fisik kartu yang mirip aslinya itu diperoleh warga setelah membayar Rp 100 ribu melalui pendaftaran yang dikoordininir masing-masing RW. Awalnya pihak kantor Desa Kertajaya bekerja sama dengan pihak kedua yaitu Rumah Peduli Duafa (RPD) yang membantu warga kurang mampu guna mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan program pemerintah berwujud BPJS Kesehatan.

Pihak RPD disebut-sebut 'menerbitkan' kartu bertanda BPJS Kesehatan kepada warga Desa Kertajaya yang tersebar di 23 RW. Tercatat hingga kini ada 230 warga setempat yang mengantongi kartu diduga palsu tersebut.

Umi Khalsum


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.