Booking.com
Breaking News
recent

Ulama Arab Saudi Sebut Permainan Pokemon Go Haram, Ini Dalilnya

BeritaIndependent.Com | Sekretariat Jenderal Majelis Ulama Senior Arab Saudi secara tegas menyebutkan permainan waralaba Pokemon GO haram untuk dimainkan. Pada 15 tahun lalu, lembaga itu memutuskan permainan kartu Pokemon juga haram.

Majelis Tinggi Ulama Arab Saudi menilai perubahan hewan dalam permainan Pokemon --untuk memperoleh kekuatan tertentu-- mengandung penyesatan, karena mempromosikan teori evolusi alam.

"Adalah hal sangat mengejutkan, bahwa kata evolusi keluar begitu banyak dari mulut anak-anak," bunyi fatwa majelis ulama Arab Saudi.

Mereka juga menegaskan, permainan Pokemon mengandung hal lain, yang dilarang dalam Islam, di antaranya, "penyekutuan Tuhan dengan adanya dewa, perjudian --yang dilarang dalam alquran-- dan pemujaan berhala".

Fatwa itu menambahkan, lambang dalam permainan Pokemon juga memromosikan agama Shinto dari Jepang, Kristen, Freemansori, dan "Zionisme global".

Di Arab Saudi, negara yang mengurus dua tempat paling suci dalam agama Islam, bioskop adalah hal terlarang. Perempuan juga tidak diperkenankan mengikuti perlombaan olahraga, karena dianggap berdosa.

Ulama dalam majelis di Arab Saudi menilai, tokoh dalam Pokemon --yang harus dicari oleh pengguna dengan berjalan kaki-- adalah berhala baru, yang berpeluang menyekutukan Tuhan.

Mereka berpendapat, permainan itu akan membawa Arab Saudi kembali ke masa jahiliyah pra-Islam yang tidak bertuhan. Beberapa ulama bahkan menegaskan, patriotisme kepada negara sebagai salah satu bentuk penyembahan terhadap berhala.

Seperti diketahui, permainan Pokemon GO dari Nintendo, yang mengharuskan pengguna berjalan kaki mencari tokoh kartun Pokemon melalui layar telepon pintar, menjadi aplikasi sangat terkenal di dunia, tidak terkecuali Indonesia. (alarabiya/Islam Online/Umi)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...