Booking.com
Breaking News
recent

Soal Imigran Cina, Yusril: Jangan Jerumuskan Negara Kepada Kepentingan Asing

BeritaIndependent.Com | Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menilai maraknya pekerja dan  imigran gelap Cina ke Indonesia dapat menimbulkan masalah yang pelik dikemudian hari. Apalagi mereka yang datang menggunakan fasilitas bebas visa, jelas akan memusingkan kita.

"Kesalahan kita yg lain juga menyetujui masuknya pekerja China sebagai bagian dari syarat investasi dan pinjaman pemerintah kepada China," ungkap Yusril dalam kicauan di Twitter sesaat lalu.

Syarat spt itu, tulis Yusril, harusnya ditolak karena Indonesia akan dibanjiri pekerja China yang merampas kesempatan kerja rakyat kita sendiri

Menurut Yusril, pekerja China yg konon akan datang sampai 10 juta itu jelas tdk mudah untuk dikontrol. Sebagian besar mrk pasti takkan kembali ke China.

Dia menulis juga, bahwa Kedatangan pekerja asing yg bgt besar dapat menimbulkan persoalan sosial, politik, ekonomi dan keamanan dalam negeri.

Menyikapi hal ini, Yusril menyarankan pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan membolehkan datangnya pekerja asal China ini demi kedaulatan bangsa dan negara kita.

"Kepentingan nasional dan kepentingan rakyat kita sendiri adalah di atas segala kepentingan yg lain," katanya.

Yusril berpendapat bahwa kebijakan itu bisa menjadi ancaman kedaulatan bangsa dan negara. Pasalnya, "bisakah anda bantah bhw ada syarat pinjaman dan investasi dari China dan pekerjanya jg harus dari negara mrk?,"

Investasi asing boleh saja, tapi jangan gadaikan bangsa dan negara kepada kekuatan asing!

"Mana sikap berdikarimu? Jangan jerumuskan negara kepada kepentingan asing yang berkedok memberi bantuan dan investasi! Bagi saya, lebih baik mati berdiri daripada membungkuk kepada kepentingan bangsa asing!," kicau Yusril lagi via akun @Yusrilihza_Mhd

(Umi Khalsum)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.