Breaking News
recent

Soal Horor Brexit, YLKI: Presiden Over Estimate

BeritaIndependent.Com | Ketua pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, pihaknya masih tetap menuntut permintaan maaf dari Presiden Joko Widodo  terkait tragedi horor Brexit yang menyebabkan meninggalnya belasan orang akibat kemacetan parah di tol Brebes Timur saat arus mudik.

Meski Mendagri dan Menkopolhukam Luhut sudah menyampaikan maaf kepada masyarakat terkait banyaknya persoalan dalam layanan mudik, toh dinilai YLKI belumlah cukup. "Sebagai bentuk pertanggung-jawaban, seharusnya Presiden yang minta maaf," katanya di Jakarta, kemarin.

YLKI, terang Tulus, melihat Presiden Jokowi terlalu percaya diri kala saat meresmikan tol Brebes. Bahkan Presiden Jokowi mengatakan jalan tol tersebut akan memperlancar arus mudik.

"Presiden over estimate. Saat berkunjung ke Brexit, Presiden mengatakan Brexit akan mengatasi kemacetan saat mudik, dan terbukti sebaliknya," keluhnya.

YLKI juga meminta Presiden Jokowi menegur para bawahannya yang mengurusi mudik tahun ini. Khususnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, yang dinilai gagal menyiapkan infrastuktur arus mudik untuk masyarakat.

"Seharusnya Presiden menegur keras menteri yang secara teknis terkait karena gagal menyiapkan infrastruktur arus mudik. Terutama Menteri Pekerjaan Umum (PU). Brexit itu salah konsep, karena letaknya di tengah kota," tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah meminta maaf kepada masyarakat atas pelayanan pada tradisi mudik tahun ini yang jauh dari harapan. Pasalnya mudik tahun ini macet parah dan menelan korban jiwa.

"Adanya musibah, kekurang­nyamanan dalam perjalanan menjadi evaluasi kami, pemerintah khususnya Kemendagri, sekali lagi sebagai Mendagri saya mohon maaf," kata Mendagri Tjahjo Kumolo, seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Dalam Negeri.

Tjahjo juga menyatakan, pemerintah menyampaikan permohonan maaf atas meninggalnya 17 orang selama arus mudik lebaran 2016. Khususnya kepada pihak keluarga yang tertimpa musibah.*(R)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.