Booking.com
Breaking News
recent

Sandi Uno: Penderitaan Warga Jakarta Kini Begitu Sempurna

BeritaIndependent.Com | Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis data terkini dengan menyebut jumlah penduduk miskin di Jakarta mengalami kenaikan sebesar 15.630 orang atau meningkat 0,14 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Kabar ini jelas tidak menyenangkan. Pasalnya, selama ini Ahok selalu dicitrakan telah berhasil memimpin Jakarta. Faktanya, berdasarkan data BPS DKI Jakarta, penduduk miskin pada bulan September 2015 mencapai 368.670 orang atau 3,61 persen dari total jumlah penduduk di DKI Jakarta. Dan pada bulan Maret 2016, jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 384.300 orang atau 3,75 persen. Artinya ada peningkatan sebesar 15.630 orang atau meningkat 0,14 poi‎n.

Menanggapi hal ini, bakal calon Gubernur DKI asal Partai Gerindra, Sandiaga Uno  mengaku tak terkejut. Sebab, selama enam bulan blusukan dan menyapa warga Jakarta di 223 kelurahan seluruh DKI, ‎ia mendengar berbagai macam keluhan warga Jakarta yang selama ini tak diekpose ke publik.

"Fakta dilapangan memang seperti itu. Kondisi ekonomi warga Jakarta sudah semakin parah, jumlah rakyat miskin terus meningkat dan pengangguran membeludak, ‎sementara lapangan kerja tidak ada," katanya kepada awak media, pada Sabtu (23/7).

Linier dengan fakta dan data‎ yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Bung Sandi malah menyebutkan kondisi warga Jakarta penderitaannya begitu sempurna.

"Jujur saya harus mengatakan bahwa penderitaan warga Jakarta saat ini begitu sempurna. Makin hari mereka makin terhimpit oleh kebutuhan hidup yang terus meningkat. Makanya jangan heran jika jumlah kriminalitas di Ibu Kota juga makin banyak," katanya.

Karena itu, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra ini berjanji akan membenahi Ibu Kota.

"Sejumlah solusi sudah kita siapkan," imbuh Bung Sandi, seraya menyebutkan rakyat menginginkan Jakarta baru.

Sementara itu Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik menanggapi laporan BPS DKI Jakarta dengan lebih prihatin.

‎"Saya prihatin dengan laporan BPS itu. Tapi wajar jumlah orang miskin naik, kan Ahok hobi menggusur warga miskin. Penggusuran ini memiliki kontribusi besar atas meningkatnya jumlah orang miskin di Jakarta," katanya.

Dia menerangkan bahwa memang betul sebagian warga korban penggusuran yang direlokasi ke sejumlah rusunawa dengan dibebaskan pembayaran sewa hingga tiga bulan menjadi tidak karuan.

‎"Mengapa demikian? setelah bulan keempat warga kemudian diminta membayar sewa. Sayangnya banyak warga yang tidak kuat bayar, untuk selanjutnya dialihsewakan kepada orang lain. Sementara penghuni aslinya balik lagi ke pinggir kali," imbuhnya. (R-007)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.