Breaking News
recent

Risma: Menggusur Rakyat Tanpa Hati Nurani, Itu Dosa Besar

BeritaIndependent.Com | Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengaku belum tahu banyak perihal ramainya dukungan warga Jakarta yang menghendaki agar dia maju pada Pilkada DKI Jakarta. Bahkan, ketika ditanya apakah beliau bersedia untuk tampil dalam Pilkada DKI nanti, Risma hanya tersenyum.

"Jangan tanya saya, ndak baik. Wong aku juga (saat ini) petugas partai, jadi wali kota," kilah Risma di sela-sela pemaparan soal e-planning di kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, pada Kamis kemarin.

Menurut Risma, sebagai kader partai tentu akan mengikuti apa yang telah diamanatkan partai. Jadi soal siap atau tidak, itu dikembalikan pada pimpinan.

"Saya ini cuma menjalankan amanah saja. Saya yang jalankan semua. Aku ndak pernah daftar. Aku ndak mau daftar. Aku jadi wali kota Surabaya, loh ndak daftar. Karena itu, ada prinsip yang tak pegang betul, itu berat kalau semua teman tahu, itu berat. Ini menyangkut nasib orang," tegas Risma dengan gaya suroboyoan.

Yang berat maksud ibu apanya? tanya wartawan.

"Lho, menjaga amanah rakyat itu ndak mudah. Misalnya, Aku salah bikin kebijakan, orang bisa menderita. Aku bener, semua orang bisa seneng. Tapi aku kebijakan satu, kemudian ada orang yang nanti menangis atau menderita. Itu berat, jadi pemimpin itu nggak mudah," jawabnya.

Jadi, harus pakai manajemen "hati" dan perasaan juga ya Bu? pancing wartawan.

"oh pasti. Ndak bisa kita itu sewenang-wenang. Setiap kebijakan itu harus dipertimbangkan pakai hati nurani. Sebab itu menyangkut nasib rakyat banyak," tukas Risma.

Termasuk menggusur juga harus pakai hati nurani ya Bu?

"Iya. Itu prinsip. Jangan sampai kebijakan itu membuat rakyat nangis dan menderita. Contohnya, menggusur. Menggusur rakyat tanpa hati nurani, itu dosa besar. Ndak boleh seperti itu," jawabnya.

Ketika wartawan menanyakan lagi perihal kesiapannya maju Pilkada DKI Jakarta, Risma enggan menjawab. "Wes..yo," jawab Risma, kemudian  buru-buru meninggalkan awak media.

Sementara itu, pengamat politik LIPI Siti Zuhro menanggapi eforia warga Jakarta yang bakal mengusung Tri Rismaharini maju pada Pilkada DKI Jakarta dinilai sangat tepat. Diapun berpendapat PDI Perjuangan seharusnya mengusung kader sendiri maju Pilkada DKI 2017.

"Mengusung kader sendiri menguntungkan bagi PDIP, karena resistensi terhadap mereka sangat kecil," katanya, Jumat (22/7).

Menurut Zuhro, selama ini Risma dikenal sebagai pemimpin yang lugas dan jujur. Bahkan mampu mengeksekusi kebijakan tanpa harus ribut dengan lembaga lainnya.

"Makanya tak heran kalau hasil survei di Surabaya, Risma dijagokan," katanya.

Seperti diketahui, hasil survei terakhir popularitas Risma memang tidak ada lawan. Bahkan, prestasinya telah diakui dunia internasional. Menurut Zuhro sangatlah wajar jika kemudian PDIP menjagokan Risma untuk melawan Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. (Dea/Umi/R-007)




No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.