728x90 AdSpace

Latest News
Friday, July 1, 2016

Restoran Jual Makanan Haram, MUI Solo Setuju Dilabeli "Warung Babi"

BeritaIndependent.Com | Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo mendukung dan menyetujui wacana umat Islam Karesidenan Surakarta yang akan melabeli restoran/rumah makan yang menjual barang haram seperti babi misalnya, akan dilabeli "warung babi".

Hal tersebut diutarakan Wasono anggota MUI Solo saat audiensi di Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solo, Jl Adi Sucipto, Solo, pada Kamis (30/6).

Menurutnya, penerapan label "Warung Babi" guna memperjelas dan mempertegas  bahwa warung yang menggunakan babi dalam proses pengolahannya. Hal itu juga umum bagi penjual rica-rica yang marak di kota Solo sebagai label penjual "Daging Anjing" atau kirek.

Jika nanti benar-benar sudah diputuskan, Wasono berharap semua elemen umat islam dan institusi bisa bergerak sejalan dan mengambil sikap sesuai harapan umat Islam. Warung yang jelas menggunakan babi segera dilabeli secara jelas seperti “Warung ini menggunakan babi”.

“Harapan kami dengan temuan seperti ini, melalui beberapa institusi yaitu Dewan bisa bergerak juga Kepolisian, kemudian Dinas Pertanian selaku pemerintahan," katanya kepada jurnalis islam, kemarin.

Terkait kemungkinan adanya penolakan sejumlah pihak, Wasono akan mendiskusikan lebih lanjut dengan instansi yang berwenang.

"Pada prinsipnya, kami betul-betul memegang apa yang disampaikan Imam Ahmad bahwasanya orang yang didalam tubuhnya kemasukan barang haram maka tempat yang paling layak hanyalah Neraka. Ini sebagai komitmen kami sebagai penyelamatan umat," terangnya.

(Nadianto /JITU)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Restoran Jual Makanan Haram, MUI Solo Setuju Dilabeli "Warung Babi" Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent