Booking.com
Breaking News
recent

Respon Jokowi Soal Warung Saeni dan Horor Bresit Kenapa Beda?

BeritaIndependent.Com | Indonesia Police Watch (IPW) menilai respon Presiden Joko Widodo terkait tragedi horor Bresit dengan kasus Warung Bu Saeni sangat berbeda. Dulu, tatkala warung Bu Saeni terjaring operasi Satpol PP dalam hitungan jam Jokowi langsung memberi respon yang super cepat. Namun kini, saat menghadapi tragedi Bresit yang telah menelan korban belasan nyawa respon itu nyaris tak terdengar. Kenapa?

"Jika terhadap seorang pedagang nasi saja yang digusur Satpol PP di Banten, Jokowi peduli dan memberikan sumbangan, seharusnya Presiden lebih peduli lagi dengan nasib para pemudik yang tewas akibat kemacetan parah di tol Brebes," keluh Ketua Presidium IPW Neta S Pane, hari ini.

Menurut Neta, Polri seharusnya minta maaf kepada publik, khususnya kepada keluarga korban yang meninggal di 'jalur neraka' mudik Lebaran 2016. IPW berharap Presiden Jokowi peduli dengan kasus tewasnya sejumlah orang di jalur mudik Brebes yang macet total.

Pada bagian lain, IPW menyayangkan sikap Kakorlantas Polri Irjen Agung Budi Maryoto yang mengatakan korban meninggal akibat mudik tidak hanya terjadi di arena kemacetan tol Brebes, tapi juga terjadi di tempat lain.

Baca juga: Horor Brexit Dikuliti Media Asing, Netizen: Piye Kabare? Hancur Zamanku Tho...

Seperti diberitakan sebelumnya, kemacetan arus mudik di pintu keluar Tol Brebes Timur, Jawa Tengah, 'memakan' korban. Data Pemerintah Kabupaten Brebes, 12 orang meninggal diduga tidak kuat menghadapi macet. Hingga saat ini jumlah korban yang tercatat adalah 18 orang meninggal dunia.

Ada 12 orang meninggal diduga karena kelelahan, empat orang karena kecelakaan lalu lintas, satu orang karena tertabrak kereta api, dan satu orang terkena setrum. Ada 12 orang pemudik yang meninggal, dan enam lainnya adalah warga lokal atau non-pemudik. (R)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.