Booking.com
Breaking News
recent

Putra Terbaik Itu Dicopot dari Jabatan Menteri, Rizal Ramli: Aku Ora Popo...

BeritaIndependent.Com | Kabar dicomotnya Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman masih menjadi perbincangan publik. Banyak pihak yang tak percaya Rizal Ramli dicopot dalam reshuffle jilid II yang diumumkan Presiden Joko Widodo kemarin. Pasalnya, Rizal selama ini telah mencoba berbuat yang terbaik.

Sejak kemarin banyak awak media yang ingin bertemu Rizal Ramli guna wawancara atau sekedar minta tanggapan atas susunan kabinet kerja jilid II. Namun beberapa kali dicoba untuk dihubungi tak ada jawaban. Begitu juga SMS yang dikirim tak ada balasan.

Padahal, banyak wartawan yang "rindu" pada Bang RR, begitu karib ia disapa para awak media. Setidaknya ingin berkangenan dengan kondisi terkini.

"Aku ora popo..," ujar Rizal Ramli dalam pesan singkat yang dikirim kepada orang-orang terdekat, hari ini.

Sebelumnya, kepada DetikNews mantan Menko Kemaritiman ini pun menjawab SMS yang ditulisnya. "Saya telah mencoba berbuat yang terbaik untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Terima kasih rakyat Indonesia," kata Rizal Ramli, juga disebutkan dalam pesan singkat yang dikirim kepada orang-orang terdekatnya.

Seperti diketahui, Rizal Ramli masuk kabinet Jokowi pada Agustus 2015 untuk mengurus bidang kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo yang tergusur dalam reshuffle jilid I.

Rizal bukan orang baru di dunia perekonomian. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bulog dan Menko Bidang Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kinerjanya dinilai cemerlang, terbukti dengan adanya kenaikan pada nilai ekspor Indonesia mencapai 27% saat ia menjabat sebagai Menko Perekonomian. Saat menjabat sebagai Kabulog, meski hanya 15 bulan, Rizal berhasil memberikan terobosan baru yang seketika mendongkrak nilai perekonomian Bulog hanya dalam kurun waktu enam bulan.

Di bawah tangan dinginnya, Rizal membuat Bulog menjadi sebuah instansi yang lebih transparan dan akuntabel, misalnya dengan penghapusan rekening off-budget menjadi on-budget yang mengakibatkan angka surplus yang cukup tinggi bagi Bulog. Jelas saja itu merupakan suatu prestasi setelah krisis moneter yang melanda Indonesia tahun 1998.**

(Umi Khalsum)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.