Booking.com
Breaking News
recent

Menko Rizal Ramli: SK Proyek Reklamasi Pulau G Itu Teledor

BeritaIndependent.Com | Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, membantah pernyataan Gubernur DKI, Basuki Purnama alias Ahok, terkait keputusan Komite Gabungan yang mengkaji proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi yang disiarkan live sesaat lalu, Rizal Ramli menegaskan, keputusan untuk menghentikan permanen reklamasi Pulau G karena membahayakan lingkungan, arus pelayaran, dan jalur kapal tradisional.

"Komite Gabungan dan para menteri memutuskan hentikan secara permanen. Tapi tidak semua pulau, karena ada juga yang cuma pelanggaran sedang," tegas Rizal.

Dalam kasus reklamasi, kata Rizal, ada 3 kriteria pelanggaran, yaitu berat, sedang dan ringan.

"Pulau G dihentikan karena ditemukan pelanggaran berat. Seperti banyak kabel listrik di dasar laut milik PLN sehingga mengganggu lalu lintas dan membahayakan lingkungan hidup," pungkas Rizal.

Seorang pejabat, imbuh Rizal, harus mendahulukan kepentingan negara bukan kepentingan pengembang. Karena itu, sejak awal Rizal mengaku  ikut menyesali mengapa bisa keluar surat keputusan dari seorang gubernur yang mengizinkan reklamasi di Pulau G.

"Saya tidak tahu ada apa di masa lalu, mungkin SK itu teledor dan ada kepentingan lain," kata Rizal kepada awak media, hari ini.

Hal itu diutarakan Rizal guna menepis kecurigaan Ahok bahwa keputusan Komite Gabungan adalah untuk memojokkan dirinya. Apalagi keputusan itu dilahirkan tim dari banyak kementerian dan para pakar. Mereka sudah melakukan evaluasi menyeluruh dan bahkan meninjau lokasi.

"Kami objektif, tim dari berbagai depertemen menyatakan pelanggaran berat. Di komite ini ada tim ahli yang kredibel dan bahkan ada Pemprov DKI sendiri. Kalau ada yang merasa dipojokkan wes mikirlah," ucap Rizal kesal.

"Tidak ada tujuan memojokkan, kecil banget para menteri memojoki Ahok," imbuhnya lagi.

Sebelumnya, Ahok menilai keputusan yang menghentikan permanen proyek reklamasi di Pulau G memiliki maksud lain. Bahkan ia menduga motif penghentian proyek pulau garapan PT Muara Wisesa, anak perusahaan Agung Podomoro Land (APL), itu hanya untuk menyudutkan dirinya yang kerap dijuluki "Gubernur Podomoro".**

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.