Booking.com
Breaking News
recent

Menkes: Anak Korban Vaksin Palsu di Vaksinasi Ulang

BeritaIndependent.Com | Kementerian Kesehatan memutuskan memvaksinasi ulang anak-anak yang menjadi korban vaksin palsu. Hal ini diputuskan dalam rapat Satgas Vaksin Palsu, yang dipimpin Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan dihadiri pihak BPOM RI dan Bareskrim Polri, pada Selasa (12/7).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi mengatakan berdasarkan hasil penyidikan dari Bareskrim dan Badan POM, Kemenkes melakukan pendataan ulang pasien yang menerima vaksin palsu.

Baca Juga: Pembuat Vaksin Palsu Dapat Dikategorikan Tindakan Bio Terorisme, Menkes Harus Mundur

“Kemenkes akan memberikan vaksinasi ulang kepada anak-anak yang terdata mendapat vaksin palsu. Vaksinasi ulang akan dimulai dari satu klinik yang berada di Ciracas Jakarta Timur pada pekan depan, karena datanya telah tersedia,” kata Oscar dalam siaran persnya.

Disebutkan juga bahwa Badan POM telah melakukan penelusuran di seluruh wilayah, dan terdapat 37 Fasyankes, yang berada di sembilan Provinsi yang mendapatkan vaksin dari sumber yang tidak resmi, dengan jumlah sampel sebanyak 39 jenis.

Badan POM sudah menguji sampel vaksin tersebut, hasilnya menunjukkan dari 39 ditemukan empat sampel yang isinya tidak sesuai atau palsu, dan satu sampel diduga palsu karena label tidak sesuai.

Selain itu, Badan POM juga melakukan uji terhadap barang sitaan Bareskrim. Dari 15 produk, terdapat lima produk yang terbukti kandungannya palsu, satu produk vaksin yang kadarnya tidak sesuai, dan satu produk yang labelnya tidak sesuai. (jp/dea)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...