Breaking News
recent

Melarang Takbiran Bentuk Intoleransi, FPI Tetap Gelar Takbir Keliling

BeritaIndependent.Com | Meski Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat telah mengimbau agar warga Jakarta tak melakukan konvoi takbir. FPI menilai larangan tersebut sebagai bagian  bentuk intoleransi, pasalnya menyambut kemenangan pada malam Idul Fitri adalah upaya melestarikan tradisi Muslim di Nusantara.

Oleh karenanya, FPI DKI Jakarta tetap akan menggelar TAKBIRAN KELILING. "Gemakan suara Takbir, Gemakan Kebesaran Allah di penjuru Ibukota," begitu kicau twitter DPP FPI sesaat yang lalu.

Berikut undangan dan anjuran bagi warga muslim Jakarta yang akan mengikuti takbir keliling bersama FPI:

1. UNDANGAN TERBUKA UTK UMAT ISLAM. Dlm rangka hidupkan malam Idul Fitri serta lestarikan tradisi Muslim di Nusantara.. #TakbiranBersamaFPI

2. FPI DKI Jakarta akan gelar TAKBIRAN KELILING, Gemakan suara Takbir, Gemakan Kebesaran Allah di penjuru Ibukota #TakbiranBersamaFPI

3. TEKNIS PELAKSANAAN: Waktu Malam 1 Syawal 1437 H. Jam 21.00-Selesai. Start & Finish di Jl. Petamburan III Tanah Abang. #TakbiranBersamaFPI

4. Ayo hadiri & ikuti ramai-ramai bersama keluarga, teman, dll. Silahkan bawa atribut & bendera msg2 ormas atau majelis #TakbiranBersamaFPI

5. Seluruh peserta WAJIB taati peraturan Lalu Lintas. Peserta WAJIB pakai Helm serta WAJIB taati Koordinator Lapangan #TakbiranBersamaFPI

6. Ayo...Semarakkan SYIAR TAKBIRAN !!! Ayo...Gemakan kebesaran nama Allah !!! Ayo...Lawan ISLAMOPHOBIA !!! Ayo Lawan kaum INTOLERAN !!!

Wagub Djarot dari PDIP larang umat Islam gelar Takbiran. Bgmn jika FPI gelar Takbiran Keliling Besar-Besaran? Anda setuju? RT jika setuju. (Dea)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.