Booking.com
Breaking News
recent

Ketika Orang-orang Fasik Dihormati dan Orang-orang Mulia Dihinakan

ORANG-ORANG FASIK DIHORMATI DAN ORANG-ORANG MULIA DIHINAKAN

Oleh: R.Mintardjo Wardhani


Telah menjadi kenyataan bahwa di era global saat ini dimana Dunia seakan tiada sekat dan pembatas, siapa yang menguasai teknologi, khususnya teknologi informasi maka dialah yang menguasai dunia, bukan hanya dunia saja yang bisa dikuasai dengan teknologi informasi, bahkan hati manusiapun bisa dikuasai.

Teknologi informasi sepintas memang tidak menakutkan sebagaimana teknologi militer, namun kadang justru sebaliknya, informasi yang telah diolah sedemikian rupa dapat menjadi hiburan yang menyenangkan sehingga para penikmat (pemirsa, pendengar dan pembaca) tidak sadar bahwa dia telah dibawa menuju kesesatan.

Aneh memang, dengan penguasaan teknologi informasi, apapun yang kita lihat dan kita dengar seakan itulah kebenaran, karena memang dengan penguasaan teknologi informasi, fakta dan berita bisa diputar balikkan, kebenaran bisa disampaikan sebagai kebohongan sebaliknya kebohongan bisa disampaikan sebagai kebenaran. Tidakkah media Barat mempunyai prinsip bahwa tidak ada berita yang jujur atau berita yang bohong, namun yang ada adalah berita yang cerdas atau berita yang bodoh, berita yang cerdas adalah berita yang tidak terbongkar kebohongannya sedang berita yang bodoh adalah berita yang terbongkar kebohongannya. Seorang penulis/penyampai berita yang intelek memang harus mengerti bahwa salah satu tugas nya adalah menjadi unsur perantara yang baik kepada pembacanya sekaligus dapat menggiring menuju opini yang ia inginkan. Ia memindahkan ide-ide yang berat menjadi sebuah artikel yang menarik dengan metode yang mudah dan cepat dimerngerti sehingga dipercaya oleh pembaca bahwa artikelnya merupakan kebenaran meskipun sebenarnya suatu kebohongan.

Inilah kaum intelaktual yang tidak mempunyai aqidah atau mereka sengaja menjual aqidahnya kepada Kapitalis Barat demi uang dan kedudukan.

Begitu mengerikannya teknologi infromasi, karena ternyata dampak negatifnya jauh lebih dahsyat dari pada teknologi militer, karena kalau teknologi militer hanya bisa menghancurkan materi, maka teknologi informasi bisa menghancurkan moral dan aqidah, tergantung ditangan siapa teknologi informasi dikuasai.

Celakanya saat ini hampir semua teknologi, baik itu teknologi militer maupun teknologi informasi dikuasai oleh bangsa Barat/Amerika, sedangkan umat Islam sendiri hanya sebagai konsumen teknologi atau bahkan sebagai obyek dari teknologi. Lebih celaka lagi apabila ada lembaga/institusi berita yang menyampaikan berita/informasi meskipun itu suatu kebenaran namun tidak menguntungkan kepentingan Barat maka akan dibungkamlah lembaga/institusi tersebut dengan teknologi militernya, seperti halnya pengeboman kantor berita Al-Jazera oleh Amerika yang menayangkan berita apa adanya di Afganistan .

Maka tidaklah mengherankan apabila dengan penguasaan teknologi informasi, mereka bisa membuat kita ( yang tidak beriman ) menjadikan Barat sebagai Tuhannya dan Bush sebagai Nabinya dan kenyataannya banyak saudara-saudara kita yang mengaku muslim mengidolakan mereka, dan menganggap semua yang dari Barat baik dan apa yang dikatakan Bush adalah kebenaran, padahal mereka adalah setan-setan yang telah memporak porandakan Dunia Islam, mereka telah memborbardir Negara-negara Islam, mereka telah mengadu domba umat Islam, mereka telah menyebarkan berbagai fitnah terhadap umat Islam.

Jadi itulah yang dilakukan Barat terhadap Dunia Islam, menghancurkan Negaranya dengan teknologi militer dan menghancurkan moral/aqidahnya dengan teknologi informasi.

Tulisan ini sebenarnya adanya keprihatinan yang mendalam, dimana pada saat ini diantara kita yang mengaku Islam/muslim masih banyak yang meragukan kemutlakan kebenaran isi Al-qur’an dan kebenaran ajaran yang disampaikan Rasulullah Muhammad saw, namun sebaliknya saudara-saudara kita tersebut justru lebih percaya dan patuh kepada mereka yang memusuhi Islam, khususnya Israel dan Amerika beserta sekutunya ( dalam hal ini mewakili Yahudi dan Nasrani ), yang nota-benenya secara sistimatis dan kosisten mereka berupaya menghacurkan Islam, dan berusaha sekuat tenaga agar kita mau mengikuti keinginannya sebagaimana diingatkan oleh Allah dalam surat al-baqarah ayat 120, yang artinya : “Yahudi dan Nasrani selamanya tidak akan rela sebelum kamu mengikuti agama mereka“

Yang menyedihkan lagi, saudara-saudara kita tersebut bukan hanya patuh, tapi bangga menjadi anteknya, lebih menyedihkan lagi saudara-saudara kita tersebut bukan kaum awam, tapi justru sebaliknya, mereka katanya ulama yang sangat faham tentang Agama, mereka para penguasa ( yang ditangannya mempunyai kekuasaan untuk mengendalikan pemerintahan, menggerakkan ekonomi, menyebarkan informasi dan lain sebagainya ), mereka para elit intelektual yang karyanya banyak menjadi referensi umat.

Saudara-saudara kita tersebut, yang katanya ulama berlomba membuat fatwa-fatwa yang menyesatkan umat : berapa banyak fatwa yang mereka buat justru menyesatkan umat, sebaliknya kemaksiatan, kemungkaran, kesyirikan dibiarkan seakan semua itu sebagai kewajaran yang tidak perlu dipersoalkan.

Para Penguasa berupaya melegalkan berbagai macam kemaksiatan menumbuh suburkan kesyirikan : begitu banyaknya tempat-tempat maksiat dilegalkan dinegeri yang katanya mayoritas penduduknya beragama Islam ini, klub-klub malam, diskotik, tidakkah tempat-tempat tersebut merupakan tumbuh suburnya berbagai kemaksiatan, minuman keras, narkoba dan pelacuran ? begitu juga praktek-praktek perdukunan, aliran sesat yang menjurus kepada kesyirikan tumbuh subur tanpa ada tindakan tegas dari pemerintah.

Para Pengusaha sebagai Pemegang Kendali Eknomi memperkokoh pratek-pratek monopoli sehingga yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, disamping itu mereka menebarkan berbagai racun pada umat, baik dengan produknya maupun sistimnya.

Para pemilik media Televisi setiap hari, setiap jam, setiap menit, saling berlomba menyajikan tayangan-tayangan yang jorok/sadis dan tidak bermoral, bahkan sinetron-sinetron yang sebenarnya hanya berisi kekerasan, perkosaan, perselingkuhan, pelecehan bahkan kesyirikan, sengaja dibungkus dengan label agama agar terkesan religius, padahal sebenarnya semua itu adalah racun yang secara perlahan dan pasti merusak moral dan aqidah umat. Valentine day yang jelas-jelas budaya penyembah berhala sebagai hari kebebasan seks dan penghormatan atas kematian seorang kafir, dihidup-hidupkan dan diperingati sebagai hari kasih sayang, dan anehnya dengan berbagai propaganda yang dilakukan berbagai media, khususnya media TV, banyak umat Islam yang larut dalam kesesatan ikut merayakan dan memperingatinya, sebaliknya kematian ratusan ribu umat muslim yang tidak berdosa di Iraq, Afganistan Lebanon, dan Palestina akibat kebiadaban dan kebrutalan Amerika dan Israel dengan jutaan ton bom yang dijatuhkan ke Negara tersebut tidak pernah ada yang menggubrisnya. !!!!

Begitu juga media komunikasi, telpon cellulair/handphone dan Internet, teknologi ini memang banyak memberikan kemudahan kepada kita, namun dampak negatifnya begitu luar biasa hebatnya, karena selain untuk komunikasi, teknologi ini juga banyak dipergunakan untuk penyebaran pornografi, arena perjudian terselubung berupa kuis dengan iming-iming berbagai hadiah, bahkan saat ini hampir semua stasiun TV berkolaborasi dengan operator telpon cellulair berlomba menyebarkan kesyirikan berupa ramalan-ramalan yang menyesatkan.

Atau memang inilah yang memang dicita-citakan oleh media kita sebagai suatu kebebasan, kebebasan berkreasi meskipun melanggar nilai-nilai yang sebenarnya di Negeri kafirpun masih berlaku aturan dan batasan.

Ada sebuah temuan menarik yang dilakukan oleh suatu lembaga survey di Jogja, dari hasil penelitiannya, sekarang ini para mahasiswa di Jogja ternyata lebih senang membeli pulsa dari pada buku pelajaran, tidakkah ini merupakan salah satu sebab merosotnya kwalitas pelajar/mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa, karena selain minimnya buku yang ia miliki, waktu belajarpun pasti tersita untuk main handphone, ini tentunya hanya salah satu contoh dari dampak negatif.

Para elit Intelektual menebarkan berbagai fitnah dan kebohongan melalui berbagai media dengan berbagai artikel dan tulisannya yang berupaya menggiring umat menuju kesesatkan dengan menjadikan Barat sebagi Tuhan dan Bush sebagai Nabinya sehingga semua ucapan dan perilakunya harus diikuti karena dianggap sebagai kebenaran, dan orang-orang inilah yang sesungguhnya antek-antek sejati Amerika/Barat dalam perangnya terhadap umat Islam dengan menipu dan memperdayai umat.

Dan semua yang mereka lakukan itu tujuannya hanya satu yaitu demi uang, meskipun mereka harus mengorbankan aqidah dan keselamatan umat manusia, mereka tidak perduli mana yang haram dan mana yang halal, mereka sudah benar-benar telah menjadi antek kaum kapitalis Barat.

Dan anehnya lagi mereka itulah yang sekarang dipuja, dihormati dan menjadi panutan umat Islam (ulamanya moderat, penguasanya toleran, pengusahanya kreatif, kaum intelaknya modern).

Sebaliknya saudara-saudara kita yang konsisten berusaha menegakkan syari’at Islam dan membela agama Allah justru dicaci, dihina, dan dicap sebagai manusia kolot, radikalis, ekstrimis bahkan teroris, inilah sebenarnya musibah terbesar umat Islam saat ini, bahkan Rasulallah Muhammad saw, telah mensinyalir sebagai salah satu tanda kiamat kecil sebagaimana sabdanya :

“Orang-orang fasik dihormati dan orang-orang mulia dihinakan“.

Padahal dibeberapa ayat Allah juga sudah mengingatkan kepada kita, siapa sebenarnya Yahudi tersebut, dan kita juga tidak boleh memilih mereka menjadi pemimpin kita, sebagaimana cuplikan beberapa ayat tersebut dibawah ini :

– Al-Baqarah ( II ) 96, yang artinya :

“dan sungguh-sungguh engkau dapati mereka orang-orang Yahudi itu, manusia yang paling serakah terhadap kehidupan duniawi, bahkan melebihi orang-orang musrik sendiri.

– Al-Maidah ( V ) ayat 62, yang artinya :

“kamu lihat kebanyakan orang-orang Yahudi beradu cepat berbuat dosa dan pelanggaran hukum dan memakan sesuatu yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan”.

– Al-Maidah ( V ) ayat 82, yang artinya :

“sesungguhnya akan kamu temukan orang-orang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musrik”.

– Al- Maidah ( V ) ayat 51, yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memilih orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu memilih mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

Pertanyaannya, benarkah Yahudi dan Nasrani (yang diwakili Israel dan Amerika) senantiasa selalu memusushi Islam dan selalu membuat keonaran ?

Agar kita yakin bahwa jawaban pertanyaan tersebut diatas tidak diragukan kebenarannya tentunya perlu pernyataan/informasi dari orang yang setidaknya netral keberpihakannya atau bila perlu dari kalangan meraka sendiri.

Walt W. Rostow, penasihat Johnson dan kepala Devisi Perencanaan Luar Negeri Amerika mengatakan : “ Amerika tidak mampu berdiri kecuali di barisan yang memusuhi Islam, yaitu barisan Dunia Barat dan Negara Zionis. Tujuan Dunia Barat di Timur Tengah adalah menghancurkan peradaban Islam dan bahwa berdirinya Israel merupakan bagian dari rencana ini, dan tidak lain merupakan kelanjutan perang Salib.

Prof Noam Chomsky ( Orang Amerika keturunan Yahudi ) dalam bukunya : Maling Teriak Maling : Amerika Sang Teroris ( 2001 ) menyimpulkan : AS dan Israel adalah teroris terkemuka saat ini. Lucunya, dunia kini justru bergabung dengan teroris itu. Dan karena AS adalah preman Dunia, maka ia menempatkan dirinya bagaikan penguasa yang can do no wrong. AS boleh membunuhi siapa saja yang mereka suka. Aksi 11 September dicap sebagai teroris, tapi serangan AS ke Afganistan yang jelas-jelas membunuhi lebih dari 60.000 warga sipil bukanlah tindakan teroris, tapi sebagai aksi balasan. Ia mengatakan bahwa serangan AS ke Afganistan lebih jahat dari serangan 11 September. Human Right Wacth di Nerw York sudah mengatakan, AS adalah pelanggar HAM terbesar di Dunia. Namun siapa yang berani memberi sanki dan apa sanksinya ? tentu tidak ada.

Ada bukti-bukti yang memadai untuk menuduh presiden-presiden Amerika sejak berakhirnya perang dunia kedua sebagai penjahat perang, komentar Noam Chomsky.

Jeff Simon seorang penulis berkebangsaan Inggris dalam buku “ Agresi ke Irak “ ia mengatakan : “ Kepada satu juta anak Irak yang terbunuh dalam perang biologi Amerika pada dekade sembilan puluhan, dan kepada ratusan ribu lainnya yang akan menyusul mereka pada bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang “

Penulis buku ini menyatakan : “ saya sungguh merasa malu dan seolah tak berdaya terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintahan saya sendiri bersama pemerintahan-pemerintahan lain yang bersekongkol dengannya dalam pembantaian massal. Mereka adalah orang-orang yang cacat mental dan sudah tidak memiliki lagi rasa berdosa.

Terhadap buku ini Noam Chomsky berkomentar : “ Buku Agresi ke Irak merupakan catatan yang penuh berisi kejahatan mengerikan dan berkelanjutan, yang mengguncang pembaca, serta selayaknya kita semua merasa malu dengannya.. “

George Limoutty seorang Jurnalis Inggris mengisahkan : “ Ia sungguh merupakan peristiwa paling kejam yang pernah terlihat oleh mataku seumur hidupku, mayat-mayat bergelimpangan dan tulang-tulang mayat berserakan disetiap tempat “. Inilah sebagian kecil dari pernyataan mereka….

Kadang memang kita tidak merasa telah dimusuhi oleh mereka dan dibawa mereka kepada kesesatan dan kehancuran, kita masih menganggap mereka baik-baik saja sehingga kita masih menganggap mereka teman yang setia sehingga tidak perlu memusuhi mereka, kita merasa sangat membutuhkan mereka diberbagai hal. Perilaku tersebut sebenarnya juga tidak mengherankan karena mereka memang punya kelebihan sehingga dapat meyakinkan kepada kita bahwa apa yang mereka sampaikan tersebut meskipun sebenarnya kebohongan seakan kebenaran. Tidakkah mereka mempunyai prinsip bahwa tidak ada berita yang jujur atau berita yang bohong, namun yang ada adalah berita yang cerdas atau berita yang bodoh, berita yang cerdas adalah berita yang tidak terbongkar kebohongannya sedang berita yang bodoh adalah berita yang terbongkar kebohongannya, sekarang tinggal kita, bisakah kita membongkar kebohongan mereka dengan kecerdasan kita atau justru sebaliknya kita yakin dengan kebohongan sekaligus menjadi antek mereka karena kebodohan kita.

Pertanyaannya, kalau seandainya memang benar mereka memusuhi kita dan berusaha ingin menghancurkan Islam dengan berbagai cara termasuk menyebarkan fitnah serta kebohongan, mengapa masih banyak diantara kita yang percaya terhadap mereka ?

Jawabnya sebenarnya sederhana, jangankan dengan Yahudi atau Nasrani, dengan Setan yang sudah nyata pekerjaannya hanya akan menyesatkan manusia, kenyataannya juga masih banyak diantara kita yang mengaku muslim mau berteman dengan setan bahkan ada menjadikan setan sebagai Tuhan yang lain.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa Allah juga membiarkan Yahudi dan Nasrani hidup bebas kalau memang mereka hanya saling berbuat dosa dan berbuat keonaran dimuka Bumi ini dan memusuhi Islam, yang hakekatnya juga memusuhi Allah ? tidakkah sebenarnya Allah bisa dengan mudah membuat mereka patuh atau bahkan bisa dengan mudah membinasakan mereka.

Pertanyaan ini sebenarnya juga sama dengan pertanyaan mengapa Allah membiarkan setan hidup bahkan Allah juga mengabulkan permohonannya agar kematiannya ditangguhkan (diberi umur panjang ), padahal sudah jelas keberadaan setan hanya untuk menjerumuskan manusia kedalam neraka.

Jawabnya sebenarnya juga sudah jelas, Allah akan menguji manusia, sebagaimana firmannya dalam Al-qur’an yang artinya : “apakah kamu cukup mengatakan aku beriman kepada Allah, tanpa Allah mengujinya lebih dulu“

Jadi dengan adanya ujian tersebut nanti akan kelihatan, mana manusia yang taat kepada Allah dan mana yang taat kepada Setan, Yahudi dan Nasrani

Kebohongan-kebohongan dan fitnah-fitnah serta penghancuran terhadap Negara Islam.

Kalau kita ragu tentang kebenaran peringatan Al-qur’an tersebut diatas tentang Yahudi dan Nasrani ( yang diwakili Amerika ) maupun pernyataan dari kalangan mereka sendiri, mungkin kita perlu bukti, namun seandainya nanti bukti-bukti kejahatan yang mereka lakukan sudah kita temukan namun kita masih tidak yakin, maka kita perlu istiqfar, karena ternyata kita sudah menjadi bagian dari mereka atau mungkin sudah perlu masuk rumah sakit jiwa, karena kita sudah tidak bisa lagi membedakan yang benar dan yang salah ( yang haq dan yang bathil ).

Berikut adalah contoh sebagian dari kebohongan-kebohongan mereka, fitnah-fitnah terhadap umat Islam, serta penghancuran Negara-negara Islam, yang selama ini seakan dianggap benar.

1. Percayakah kita bahwa “ Operasi Pemulihan Harapan “ di Somalia merupakan upaya PBB untuk menolong rakyat Somalia yang dilanda kelaparan.

Menjelang akhir tahun 1992 dunia seakan tersentak, karena beberapa halaman surat kabar dan televisi dipenuhi gambar-gambar yang begitu memilukan dan menyayat hati, tentang musibah kelaparan yang melanda Somalia . Ribuan orang kelaparan dan banyak diantara mereka meskipun masih bernafas namun fisiknya hanya tinggal tulang belulang tanpa daging yang hanya terbungkus kulit, mata mereka kosong tak berkedip seakan tiada harapan setitikpun, seluruh tubuhnya dikerubuti lalat dan akhirnya sebagaian dari mereka pun mati mengenaskan. Namun tak lama kemudian pemandangan dan berita-berita tersebut seakan hilang begitu saja dan tidak lagi diingat sama sekali. Selanjutnya muncul berita baru berkisar tentang keberadaan kamp Al-Qa’idah disana.

Itu merupakan informasi pembuka yang sudah sekian lama menipu masyarakat dunia tentang peradaban Barat untuk menuju pendudukan Somalia, upaya penciptaan disintegrasi di Sudan, ancaman terhadap Mesir dengan pendekatan ke sumber-sumber Sungai Nil, dan pengukuhan eksistensi Amerika di tanduk Afrika untuk mengendalikan Laut Merah serta mengancam Yaman dan semenajung Arab. Tak lama kemudian, pada bulan Desember 1992, pendudukan pun dilakukan dibawah bendera PBB, dalam sebuah operasi yang disebut dengan “ Operasi Pemulihan Harapan “, begitu sebutan bagi operasi internasional yang dilakukan oleh pasukan koalisi dari berbagai Negara anggota PBB yang diprakarsai oleh Amerika Serikat.

Amerika sebenarnya tidak bermaksud menaruh perhatian terhadap kasus kelaparan yang menimpa rakyat Somalia , tetapi keberadaannya disana merupakan satu mata rantai dari serangkaian peperangan Amerika terhadap Islam. Amerika khawatir dampak-dampak strategis yang sangat sensitif oleh keberhasilan Sudan mendukung gerakan-gerakan Islam di Mesir, Eritria , Ethiopia , Kenya dan bahkan juga di Jazirah Arab. “ Operasi Pemulihan Harapan “ di Somalia sebenarnya hanya merupakan suatu jembatan Amerika untuk mencapai target utamanya yaitu Sudan dan Usamah serta orang-orang Arab veteran perang Afghanistan yang berada disana.

Perilaku tentara Salib di Somalia dalam waktu singkat telah menghancurkan apa yang diklaim oleh media Barat sebagai nilai-nilai kesopanan dan kemanusiaan yang bertujuan menyelamatkan rakyat yang kalaparan. Tentara-tentara Belgia yang datang untuk memulihkan harapan itu telah terilbat dalam tindakan-tindakan yang sangat biadab. Misalnya mereka mengikat seorang rakyat Somalia dan mengencinginya, kemudian tiba pula giliran tentara dan perwira Kanada yang membunuh pemuda sipil Somalia dengan berlindung dibalik peluru tentara-tentara yang datang untuk memulihkan harapan. Kemudian datanglah giliran tentara Italia, negaranya Berlusconi yang mengajukan usul untuk memerangi Dunia Islam yang terbelakang dan memaksakan menerapkan nilai-nilai Barat disana. Majalah Italia Panorama, pernah mempublikasikan sejumlah gambar yang sama sekali tidak akan menghidupkan setitik pun harapan, tapi justru menghidupkan keadaan yang jauh lebih buruk daripada masa penjajahan dulu, berupa perilaku-perilaku tak bermoral, pelanggaran vulgar terhadap hak azazi manusia, dan penghinaan rasial terhadap penduduk pribumi.

Di majalah tersebut, dimuat foto pertama yang menggambarkan seorang rakyat Somalia dalam keadaan telanjang tersungkur dipermukaan tanah dan disiksa dengan kawat-kawat listrik oleh para serdadu Italia yang tenggelam dalam hawa histeris dan kegembiraan sadis. Foto kedua menggambarkan seorang gadis Somalia terikat di kendaraan truk militer sedang diperkosa oleh para personil pasukan kalveri secara brutal, dalam suasana suka ria pula, dibawah dua lembar bendera yang digabung menjadi satu yaitu bendera PBB dan Italia. Yang lain adalah suatu testimony oleh dua orang tentara parasut, tetapi tidak kalah ngerinya. Seorang tentara parasut, Stefano mengaku kepada majalah tersebut bahwa mereka semua melakukan tindakan-tindakan itu. Dikatakannya “ pada saat itu kami seperti keluar dari hakikat diri kami, karena kami memang baru pindah dari dunia beradab kedunia barbar “ . Seorang tentara parasut lainnya, yaitu Bendittto Bertini membuka kedok dari sikap para perwira tinggi : “ mereka mengatakan bahwa kita tidak sepatutnya memperlakukan rakyat Somalia seperti manusia. Nasehat emas pada saat ragu adalah : “ Tembak “. Sekalipun berurusan dengan wanita atau anak-anak. Perhatikan baik-baik hasil ramuan mengerikan antara ide “ berpindah dari dunia beradab menuju dunia barbar “ dengan pikiran “ penggolongan rakyat Somalia dan kelompok hewan ternak, binatang buas, benda mati, atau katagori lain selain manusia “ .

Perhatikan pula bahwa perilaku-perilaku tersebut dilakukan dalam suasana banyak pihak diliputi perasaan trenyuh yang begitu mendalam terhadap nasib rakyat Somalia yang begitu memilukan dan menyayat hati, sebaliknya pemberian bantuan yang dilakukan oleh tentrara pendudukan kepada rakyat Somalia justru menjadi justifikasi untuk merampas kemerdekaan mereka.

2. Apakah kita percaya kalau pengeboman oleh Amerika Serikat terhadap pabrik obat-obatan “ Asyifa “ di Karthoum , Sudan , karena pabrik tersebut membuat senjata kimia yang terkait dengan Usamah bin Ladin.

Dengan masuknya PBB ke Somalia yang sebenarnya juga merupakan alat Amerika Serikat maka Amerika pun dengan mudahnya melakukan aksi berikutnya yang memang menjadi target utamanya yaitu Sudan . Sudan adalah Negara yang merdeka berdaulat penduduknya mayoritas Islam, jaraknya dari Amerika puluhan ribuan kilometer yang rakyatnya juga tidak pernah mengganggu Amerika, apa urusannya Amerika dengan Negara tersebut, tiba-tiba menyerang nya dan menghancurkan pabrik obat-obatan “ Asyifa “ , .Alasan Amerika pabrik tersebut terkait dengan Usamah dan memproduksi bahan kimia yang mematikan.

Setelah pengeboman yang menghancurkan pabrik tersebut, pemerintah Sudan mengundang seluruh Negara di Dunia untuk membuktikan apakah pabrik tersebut pernah dipergunakan untuk memproduksi bahan kimia yang mematikan. Dua perusahaan besar dari Jerman dan Perncis memenuhi undangan, hasilnya menyatakan tidak pernah ada tanda-tanda bahwa pabrik tersebut memeproduksi bahan kimia mematikan.

Namun demikian Amerika Serikat tetap pada tuduhannya meskipun sampai saat ini tidak pernah terbukti, bahkan Amerika juga tidak mau menjadi salah satu pihak di pengadilan internasional, dan hingga saat ini Amerika dengan kesombongannya juga tidak pernah minta maaf, mungkin kita bisa membayangkan seandainya pengeboman tersebut dilakukan oleh Negara lain terhadap Amerika atau anteknya pasti nasibnya akan seperti Iraq.

3. Apakah kita juga percaya bahwa pengeboman kamp pengungsi di Amiriya, karena disitu terdapat sarang teroris.

Amiriya adalah kamp pengungsian dan rumah sakit korban perang teluk yang dihuni lebih dari 1.500 pengungsi wanita dan anak-anak, dengan pesawat tercanggihnya Siluman ( Stealth ), Amerika Serikat menembakkan rudal-rudal yang dikendalikan dengan sinar laser, dengan dua kali serangan hancur leburlah pengusian dan rumah sakit tersebut beserta seluruh pengungsi yang terdiri dari wanita dan anak-anak, tidak ada yang selamat atas serangan tersebut, semua pengungsi mati terpanggang oleh panasnya suhu udara akibat ledakan rudal tersebut bahkan sebagian besar dari pengungsi menjadi arang.

Ada beberapa kesaksian diantaranya Tom Dale anggota partai buruh Parlemen Inggris, ia melukiskan adanya bekas-bekas wanita dan anak-anak yang hangus menjdi arang di dinding- dingding kamp, beberapa kaki dan tangan kecil hangus pada dinding atap, didinding lantai bawah tercetak berkas-bekas daging manusia setinggi lima kaki.

Apakah kita percaya kalau serangan tersebut untuk menghancurkan sarang teroris, tidakkah Amerika Serikat pernah mengatakan bahwa didalam perang Amerika tidak terbiasa menyediakan tempat tahanan dan pengungsi dan bisanya ia hanya membunuh, jadi memang sudah jelas tujuan pengeboman tersebut bukan untuk menghancurkan sarang teroris namun untuk memusnahkan pengungsi yang dianggap menjadi beban.

4. Apakah kita percaya bahwa pengeboman Oklahoma dilakukan oleh ekstrimis Islam seperti yang dituduhkan Amerika.

Kita mungkin masih ingat tentang peledakan di Oklahoma Amerikat Serikat tahun 1996, dimana setelah serangan tersebut Amerika langsung mengeluarkan pernyataan bahwa yang melakukan serangan adalah ekstrimis Islam, namun akhirnya terbongkar juga bahwa yang melakukan peledakan adalah seorang tentara Amerika sendiri dari ekstrem kanan yang bernama Timothy Mc Veigh

Dalam salah satu pernyataannya yang dilansir dibeberapa kantor berita di Amerika Serikat, Timothy Mc Veigh mengatakan bahwa didalam pasukan Amerika terdapat sepuluh ribu tentara yang memiliki pemikiran seperti dia yang mendorongnya untuk melakukan aksinya. Namun meskipun pelaku yang sebenarnya telah tertangkap dan diadili, sampai sekarang Amerika juga tidak pernah meralat pernyataannya tentang tuduhan kepada umat Islam.

5. Apakah kita percaya bahwa penyerbuan Amerika ke Iraq karena Iraq memproduksi senjata Nuklir

Dalam hal penyerangan yang dilakukan Amerika atas Iraq , seluruh Dunia tahu bahwa tidak ada satu hakpun yang dimiliki oleh Amerika untuk menyerang dan menduduki Iraq . Kalau dalih penyerangan tersebut dimaksudkan untuk menghancurkan pabrik senjata pemusnah massal tentunya kita juga tahu bahwa komisi independent yang dibentuk PBB sudah berulang kali menyatakan bahwa Iraq tidak memproduksi senjata pemusnah ( Nuklir ). Namun kini Iraq yang mayoritas penduduknya muslim dan merupakan salah satu Negara yang banyak menyimpan peninggalan kejayaan Islam telah hancur lebur, namun sampai detik ini ternyata tidak pernah diketemukan senjata pemusnah yang dituduhkan Amerika. Anehnya Amerika juga tidak merasa bersalah bahkan sebaliknya dia minta agar pemerintah Iraq membayar ganti rugi biaya perang ratusan milyar dollar, aneh dan gila memang, Amerika yang menyerang Iraq tapi Iraq yang disuruh membayar biaya perang, dan hingga detik ini pula Amerika masih mencengkeramkan kuku kebiadabannya di Iraq. Ironisnya lagi mengapa justru Negara-negara lain yang telah jelas memproduksi senjata Nuklir tapi tidak pernah diserangnya ( Israel , China , Korea Utara, dll ) bahkan Israel dilindunginya. Terlepas dari segala dosa dan kesalahan Sadam Husain terhadap ratkyatnya yang mayoritas Muslim, tidakkah ini juga suatu bukti bahwa tujuan Amerika bukan untuk menghancurkan pabrik senjata pemusnah ( Nuklir ) yang memang tidak ada, namun tujuan utamanya memang untuk menghancurkan Iraq yang mayoritas penduduknya Muslim serta mengeruk kekayaan Iraq terutama minyak bumi yang jumlah cadangannya mencapai ratusan milyar barrel.

Disamping adanya kepentingan menguasai kekayaan alam di Iraq sekaligus menghancurkan Islam beserta peradabannya, tentanra Amerika mempunyai perilaku menjijikkan terhadap para tahanan ( lebih menjijikkan dari binatang ), berikut sebagian dari bukti kekejaman, kesadisan dan kebrutalan yang sangat tidak manusiawi di Penjara Abu Ghraib yang belum banyak terungkap yang dirilis oleh radio Randi Rhodes Show, dan diterjemahkan oleh M. Yusuf

Inilah cuplikan Randi Rhodes Show:

Terdapat ribuan foto yang dikirimkan oleh whistleblower (pembocor rahasia) prajurit Joe M Darby. Dan yang kami lihat hanyalah beberapa buah dari yang ribuan tersebut. Koran Sunday Herald melakukan penyelidikan, dan menemukan bahwa ratusan anak-anak berada di penjara Abu Ghraib, dan beberapa dari mereka kecil dari 10 tahun. Dan mereka menjadi korban pemerkosaan dan penyiksaan dan bahkan pembunuhan.

Saya akan kasih tahu anda sedikit saja, karena ini sangat menjijikan….sangat menjijikan. Sebagaimana wawancara saya dengan Seymour Hersh yang telah melihat foto tersebut mendeskripsikan bahwa ”Gambar dari foto tersebut adalah pemerkosaan terhadap seorang anak lakik-laki, dan anak laki-laki tersebut di dalam berteriak dan ber darah-darah dan itu adalah bagian yang paling menyedihkan dari gambar tersebut.”

Pada bulan Oktober (2004), Kasim al Hilas bahwa menyaksikan pemerkosaan seorang tahanan anak laki-laki berumur 13 tahun di penjara Abu Ghraib di Iraq. “Anak tersebut benar-benar berada dalam kesakitan yang amat sangat, ketika dia menjerit, saya panjat pintu penjara, saya melihat seorang tentara yang memakai pakaian dinas. ” Dan kemudian dia memberikan detail yang mengerikan bagaimana tentara tersebut memperkosa anak laki-laki tersebut.

Dan kesaksian yang lain yang diberikan ke Sunday Herald bekas tahanan Salman Dalwood mengatakan, “Saya melihat dua anak laki-laki telanjang, mereka diikat bersama-sama saling berhadap-hadapan. Dan seorang tentara Amerika memukuli mereka. Dan beberapa penjaga melihat sambil mengambil foto. Dan tiga tentara wanita tertawa kepada para tahanan, dua dari mereka masih muda. “

Tidak ada yang tahu berapa jumlah yang pasti anak-anak yang ditahan oleh tentara koalisi di Abu Ghraib di Iraq. Tetapi penyelidikan koran Sunday Herald memperkirakan sampai 107 anak-anak yang ditahan. Nama mereka tidak diketahui, tidak diketahui berapa lama mereka sudah ditahan, berapa lama lagi mereka akan berada disana, dan apa yang terjadi atas mereka selama mereka berada di dalam penjara. Laporan ini sungguh mengagetkan.

Permasalahan ini sudah diselidiki oleh UNICEF pada bulan Juni lalu (2004), tetapi yang mengherankan laporannya tidak dipublikasikan oleh UNICEF.

Bagian kunci dari perlindungan anak di UNICEF mengatakan, “Anak-anak yang ada masalah dengan pasukan koalisi pada bulan Juli dan Agustus 2003. Anak-anak tersebut ditangkap dan dimaksukan ke Internee di Umi Kashar. Karena dimasukkan ke bagian internee inilah yang mengkhawatirkan, karena ini adalah bagian yang berdiri sendiri, tidak ada yang mengawasi, dan tidak diperbolehkan mengadakan hubungan dengan keluarga. Dan juga pasukan koalisi membangun penjara khusus untuk anak-anak di Baghdad .”

Dan juga menurut laporan Palang Merah International bahwa banyak anak-anak yang ditangkap, dan pasukan koalisi akan memindahkan semua anak2 tersebut ke penjara orang dewasa. Dan UNICEF tidak diberikan akses kepada anak-anak di penjara tersebut.

Para wartawan di Jerman juga melaporkan dari hasil penyelidikan mereka. Salah seorang wartawan Thomas Ruder, menwawancarai seorang tentara amerika Samuel Privant yang dilarang berbicara tentang perjalanan selama 6 bulan bertugas di penjara Abu Ghraib.

Masih menurut Ruder, bagaimana satu ketika seorang anak laki-laki Iraq berumur 6 tahun ditangkap dengan kejamnya. “Dia sangat ketakutan sekali” kata Samuel Privant.”

“Kami kemudian menginterogasi dia. Kami siram dia dengan air, dan saya ingat malam itu sangat dingin sekali, kemudian kami seret dia keluar, saya merasa kasihan sekali, kami siram badannya dengan kotoran manusia, dan kemudian kami kasih lihat dia kepada bapaknya yang juga sedang kami tahan di tahanan tersebut.

Pada awalnya bapaknya tidak mau bicara tetapi kemudian bapak anak tersebut luluh melihat anaknya disiksa demikian, dan dia menangis dia bilang dia akan bicara apapun yang dia tahu.”

Suhab Badir Adim Albas, seorang wartawan TV Iraq, juga banyak mengetahui tentang anak-anak yang disiksa oleh tentara koalisi di Abu Ghraib, karena dia ditangkap oleh tentara Amerika ketika dia sedang meliput.

Albas mengatakan, dia dipenjara selama 74 hari di penjara Abu Ghraib. “Saya ditempatkan di dekat penjara anak-anak, “ katanya.

Ada ratusan anak-anak disana. Pastinya, laki-laki dan perempuan di bawah umur 13 tahun.. Dia mendengar seorang anak gadis berumur sekitar 12 tahun menangis. Satu malam, seorang tentara datang ke penjara anak gadis tersebut, kemudian dia dipukuli.

“Dan saya mendengar si anak tersebut berteriak mereka menelanjangiku, mereka menyirami air ke badanku, ” kemudian dia mendengar anak tersebut menangis lebih menyedihkan lagi.

Dan ini membuat saya dan beberapa orang tahanan lain juga ikut menangis mendengar tangisan anak gadis tersebut dan atas apa yang sedang terjadi kepadanya.”

Albas juga menceritakan bagaimana seorang anak berumur 6 tahun dipukuli dengan pentungan berulang-ulang sampai dia pingsan, kemudian penjaga membawa bapaknya yang kepalanya ditutup dengan sarung, dan kemudian si anak tersebut pingsan lagi.

Laporan selanjutnya memperlihatkan bukti-bukti dengan gambar-gambar, dan rekaman video bagaimana seorang polisi militer memperkosa seorang tahanan wanita, anak-anak diperkosa, tahanan laki-laki dipaksa bermastrubasi dan penyiksaan.

“ Ada beberapa hal yang paling mengerikan terjadi yang kalian tidak tahu. Ada wanita-wanita (wanita Iraq yang ditahan) di dalam video tersebut, ada seorang wanita yang menyampaikan pesan agar dia dibunuh saja. Karena apa yang terjadi pada dirinya. Pada dasarnya apa yang terjadi dipenjara tersebut terhadap para wanita dan anak-anak adalah pemerkosaan dan penyiksaan.

Ada anak laki-laki di sodomi secara bergantian oleh para tentara di depan orang tua anak-anak tersebut, dan itu direkam oleh mereka sendiri, dan yang lebih mengerikan dari semua itu adalah suara anak tersebut menjerit kesakitan. Itu yang dipunyai oleh pemerintah anda. (Amerika, red), “ kutip Seymour Hersh.

Penyelidikan juga menemukan, bahwa sebagian anak-anak tersebut ditahan oleh tentara Amerika dan sebagiannya lagi oleh tentara Inggris. Tentara Inggris menahan anak-anak yang berasal dari Basra yang merupakan di bawah kontrol dari Inggris. Organisasi Palang Merah Internasional mengatakan bahwa tentara koalisi mempunyai 6 penjara yang menahan anak-anak di Iraq .

Dan Palang Merah Internasional tak diijinkan untuk melihat satupun dari penjara tersebut. Amnesty Internasional sangat marah dengan keadaan tersebut, dan mengetahui bahwa terjadi pelangaran HAM terhadap anak-anak Iraq . Yang mereka itu ditahan, disiksa, dan dibunuh.

Dan laporan diatas hanyalah baru segelintir dari sekian banyak laporan kekejaman tentara koalisi di terhadap muslim di penjara Abu Ghraib Iraq yang belum terungkap. (Laporan M. Yusuf yang ditranskrip dari Randi Rhodes Show)

6. Apakah kita percaya bahwa pengebom kedutaan Amerika di Mesir dilakukan oleh Usamah

Begitu kedutaannya di Mesir di ledakkan, Amerika langsung menuduh Usamah berada dibelang peristiwa tersebut, namun akhirnya terbukti bahwa bukan Usamah atau Alqaidah yang melakukan peledakan tersebut, namun meskipun para tertuduh telah diadili dan tidak ada bukti keterlibatan Usamah, Amerika tidak pernah mencabut tuduhan tersebut

7. Apkah kita juga percaya terhadap tuduhan Amerika bahwa serangan 11 September 2001, yang menghacurkan dua menara kembar WTC dan Pentagon pelakunya adalah Usamah.

PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001.

Peristiwa yang menggemparkan Dunia berupa penghancuran Gedung kembar WTC di New York sebagai simbul kekuatan ekonomi Amerika Serikat dan Gedung Pentagon di Washington DC sebagi simbul kekuatan militer sekaligus Pusat Pengendalian Pertahanan dan Keamanan Amerika dengan pesawat penumpang yang terjadi pada tanggal 11 September 2001, adalah peristiwa yang sangat mempermalukan dan menghinakan Amerika, sekaligus membongkar topeng kebohongan, serta kebobrokan Amerika Serikat. ( selengkapnya baca tulisan saya yang lalu dengan judul diatas )

Lantas bagaimanakah kita menyikapi peristiwa tersebut ?

Percayakah kita bahwa dalang dari peristiwa tersebut adalah Usamah bin Ladin atau sebaliknya kita yakin bahwa Amerika Serikat sendirilah yang menjadi dalang sekaligus pelakunya, atau kita yakin bahwa yang membuat rencana tersebut adalah Allah.

Sebagai seorang muslim tentunya kita harus yakin bahwa tidak ada satupun peristiwa di Dunia ini bisa terjadi tanpa seijin atau diketahui Allah termasuk penghancuran Gedung Kembar WTC dan Gedung Pentagon, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, sebagaimana firman Nya dalam surat Al An-am ( VI )ayat 59, yang artinya : “tidak sehelai daunpun yang gugur tanpa diketahuiNya dan tidak sebutir bijipun yang tersembunyi dalam gelap gulita dan tiada benda yang basah dan yang kering yang tidak tertulis dalam kitab lauhul-mahfuzh”.

Namun cukupkah kita hanya percaya bahwa peristiwa tersebut atas kehendak Allah tanpa ada upaya untuk mencegah perilaku Amerika Serikat beserta anteknya ( kafir ) yang telah menghancurkan Dunia Islam, dengan berbagai kekejaman, kebiadaban, kebrutalan serta kesadisan tanpa batas tersebut, tidakkah Nabi Muhammad saw pernah bersabda, yang artinya : “bila engkau melihat kemungkaran, cegahlah dengan tanganmu, apabila tidak mampu cegahlah dengan mulutmu, apabila tidak bisa dengan mulutmu, berdo’alah kepada Tuhanmu dan inilah selemah-lemahnya iman“.

Anak-anak dan perempuan Target Utama Perang Amerika Serikat terhadap Dunia Islam.

Satu lagi kebiadaban dan kebrutalan Amerika serikat dan sekutunya terhadap Dunia Islam. Sebagamana kita ketahui bahwa lebih dari 90 % korban kebiadaban Amerika Serikat dan antek

nya ( kafir ) di Dunia Islam adalah anak-anak dan perempuan, namun tahukah kita bahwa korban-korban tersebut sejatinya merupakan target utama ?

Percayakah kita bahwa korban dari pihak sipil ( perempuan dan anak-anak ) tersebut merupakan kosekwensi logis dari perang kota , bahkan Amerika sering berdalih bahwa pihak musuh sengaja memasang perempuan dan anak-anak sebagai tameng hidup, seperti yang sering mereka publikasikan ? Pernyataan-pernyataan tersebut sebenarnya merupakan kebohongan besar Amerika Serikat, karena kenyataanya perempuan dan anak-anak tersebut bukan merupakan kosekwensi logis dari perang kota, atau karena pihak musuh sengaja memasang perempuan dan ana-anak sebagai tameng hidup, seperti yang sering mereka publikasikan selama ini, namun kenyataannya justru sebaliknya, perempun dan anak-anak tersebut sebenarnya justru merupakan target utama Amerika Serikat dan anteknya ( kafir ) :

Masih ingatkah kita peristiwa Sabra Satila di Lebanon pada tahun 1982, dimana pasukan Israel membabi buta menghujani Bom di Beirut tanpa pandang bulu, sekolah, rumah sakit, jembatan, tempat tinggal, dengan ribuan korban yang kebanyakan adalah warga sipil.

Sebulan kemudian ribuan pengungsi korban pengeboman yang terdiri dari nanak-anak dan perempuan yang berada di kamp-kamp Sabra Satila dibantai habis oleh milisi Kristen Partai Phalangis di bawah kendali Israel ( percayakah kita bahwa ini merupakan konsekwensi logis ).

Masih ingat jugakah kita pengeboman Amerika Serikat dengan pesawat tercanggihnya Siluman ( Stealth ) dengan rudal-rudal yang dikendalikan dengan sinar laser ke kamp pengungsi Amiriya dan rumah sakit korban perang teluk yang berisi lebih dari 1500 anak-anak dan perempuan, ( percayakah kita bahwa mereka tameng hidup ), dan masih banyak masih lagi.

Ada dua alasan menjadikan anak-anak dan perempuan sebagai target utama :

1. Amerika Serikat dan anteknya ( kaum kafir ) sadar betul bahwa mereka tidak mungkin menang berhadapan langsung dengan tentara Islam, karena mereka faham betul bahwa berperang melawan kaum kafir bagi umat Islam merupakan suatu kehormatan dan kemuliaan yang tiada duanya, karena kalau dia mati ( Syahid ) akan memnadapat kemuliaan disisi Allah dan kalau menang mendapat kehormatan Dunia, dan semangat inilah sebenarnya yang menjadi kekuatan tentara Islam dan tidak dimiliki tentara kafir. Dalam hal ini Amerika Serikat banyak belajar dari perang Afghanistan dimana pasukan Uni Soviet yang begitu terlatih dengan persenjataan yang begitu modern ternyata hancur berantakan dan akhirnya harus menyerah ditangan Mujahidin Afghanistan.

2. Karena Amerika dan anteknya sadar betul, bahwa tidak mungkin bisa mengalahkan tentara Islam, maka jalan satu-satunya adalah menghancurkan/membinasakan generasi penerus nya. Generasi penerus dimaksud adalah anak-anak sedangkan perempuan adalah yang melahirkan generasi penerus, maka inilah sebenarnya target utama mereka, bukan sebaliknya sebagaimana kita lihat dan kita dengar selama ini dari media yang memang sudah mereka kuasai sehingga sudah diputar balikkan. Sekali lagi inilah salah satu bukti bahwa kita telah menelan mentah-mentah kebohongan mereka karena kebodohan kita.

Dengan adanya uraian tersebut diatas tentunya sudah cukup bukti kebanaran yang disampaikan oleh Allah dalam surat al-baqarah ayat 120, yang artinya : “ Yahudi dan Nasrani selamanya tidak akan rela sebelum kamu mengikuti agama mereka “ ( dalam hal ini diwakili oleh Amerika dan Israel )

Kesimpulannya, disinilah sebenarnya Allah menguji keimanan kita, yang sebenarnya kita sendiri juga sudah bisa menilai diri kita masing-masing, masuk golongan manakah kita, dengan apakah kita mencegah kemungkaran yang telah mereka lakukan terhadap Islam, dengan tangan, atau dengan mulut, ataukah kita hanya berdo’a sebagai tanda bahwa iman kita lemah. Atau bahkan kita tidak pernah berbuat sama sekali dan dengan/tanpa kita sadari kita telah menjadi bagian dari mereka, “menghormati orang-orang fasik, dan menghinakan orang-orang mulia yang berpegang teguh dan berjihad dijalan Allah dengan memberi stempel sebagai terrorist“, jika memang demikian maka kita perlu istiqfar, atau mungkin sudah perlu masuk rumah sakit jiwa, karena sudah tidak bisa lagi membedakan yang benar dan yang salah (yang haq dan yang bathil).

Wallahu a’lam bi al-shawab


R.Mintardjo Wardhani













No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.