Breaking News
recent

Horor Brexit: Menteri Jonan Sudah 2 Kali Lebaran Gagal Mengatur Arus Mudik

BeritaIndependent.Com | Horor Brexit ternyata beritanya sudah bergaung di dunia. Inilah potret Indonesia terkini. Sejumlah tokoh nasional menilai keadaan politik dan ekonomi tidak semakin baik, sebaliknya kehidupan bernegara semakin melenceng dari tujuan proklamasi 1945.

Sebuh media ternama Inggris, Daily Mail, mengangkat berita terkait Tragedi Mudik Maut Brebes Exit di Indonesia yang menewaskan belasan orang pemudik Lebaran.

Dengan judul yang terang benderang Daily Mail menulis, : Is this the world's worst traffic jam? Fifteen motorists die in three days after getting caught in gridlock at Indonesian junction... named BREXIT.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan tak percaya adanya korban meninggal akibat macet parah di pintu keluar tol Brebes.

Pernyataan Jonan itu ditanggapi mantan relawan Jokowi pada Pilpres 2014 lalu, Ferdinand Hutahaean sebagai tindakan ngeles dari tanggung jawab.

"Pernyataan Jonan tersebut menunjukkan bahwa Jonan memang tidak melakukan pemantauan secara maksimal terhadap arus mudik," terang Ferdinand seperti disitat TeropongSenayan di Jakarta, pada Kamis (07/07). Menurutnya, Jonan membiarkan kemacetan sebagai sesuatu yang lazim terjadi.

"Andai Jonan memantau secara ketat, tentu Jonan akan tau persis tentang kejadian itu. Jonan pasti tahu dimana orang buang air, Jonan harus tahu pemudik makan minum seperti apa andai Jonan memantau arus mudik dengan benar," ujar dia.

Untuk itu, tandas dia, arus balik segera tiba, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah tidak menyiapkan segala sesuatunya dengan baik.

"Jalur-jalur alternatif arus balik sudah harus disosialisasikan dari sekarang supaya tidak terjadi penumpukan arus balik dan harus memakan korban jiwa," ujarnya.

Tapi pengaturan ini tidak layak lagi diserahkan kepada Jonan yang sudah dua kali lebaran gagal mengatur arus mudik dengan baik.

Saat libur Natal tahun lalu juga terjadi kemacetan parah. Memang tidak ada yang berharap arus mudik akan seperti itu, tapi semua bisa dikendalikan dengan pengaturan dan rekayasa lalulintas serta memecah penumpukan dengan menyiapkan peta jalan alternatif.

"Tapi Jonan tidak melakukan itu dan tidak bertanggung jawab secara penuh. Jonan harus mundur sebelum arus balik terjadi yang diprediksi akan terjadi Sabtu Minggu. Jonan sudah gagal dan harus mundur. Meski banyak yang menilai Jonan bekerja baik selama ini, tapi kesalahannya kali ini tidak bisa dimaafkan," tegas dia.

Menurutnya, Jonan bukan menteri yang punya integritas. Ferdinand mencontohkan dengan kebijakannya terhadap maskapai Lion Air yang selalu tidak jelas.

"Sudahlah tidak ada kata lain saat ini bagi Jonan harus mundur. Biar kabinet ini diisi orang orang yang mampu bekerja secara benar," tegasnya.**



No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.