Booking.com
Breaking News
recent

Haedar Nashir: Kejahatan Terhadap Anak dan Perempuan Berada Pada Fase Gawat Darurat

BeritaIndependent.Com | Dunia media sosial (medsos) kian menambah tergerusnya keadaban publik. Seseorang mudah sekali marah, menghasut, terhasut akibat sosial media.

Demikian hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Khutbah Idul Fitri yang diselenggarakan pada Rabu (6/7) bertempat di Alun-Alun Utara Yogyakarta.

“Sifat tabayun, santun, dan lembut hati seolah menjadi barang langka di dunia virtual yang masif. Psikologi massa medsos cenderung liar, suatu kegilaan kolektif yang para aktornya justru merasa waras,” ungkap Haedar.

Zaman saat ini, imbuhnya, dunia anak-anak dan perempuan pun dihadapkan banyak ancaman yang memerlukan advokasi moral dan sosial.

“Kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan berada pada fase gawat darurat. Padahal seharusnya anak adalah permata hati keluarga dan tunas generasi yang akan menentukan nasib bangsa dan peradaban,” tambah Haedar seperti dikutip dari laman Muhammadiyah, sesaat yang lalu.

Guna mengembangkan keadaban publik yang berkarakter utama itu, maka sangatlah penting keteladanan para pemimpin dan elite bangsa di seluruh lingkungan untuk menampilkan perilaku mulia.

“Ikan busuk dimulai dari kepala, demikian kata pepatah Italia. Penting untuk dibudayakan bahwa tidak seorangpun pemimpin dan pejabat publik di Indonesia dapat menduduki posisi, jika yang bersangkutan memiliki rekam jejak yang buruk,” jelas Haedar.

“Marwah seorang pemimpin itu terletak pada martabat dirinya yang luhur, termasuk perangai dan tutur kata,” tegas Haedar.**

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...