Booking.com
Breaking News
recent

Hadir di Sidang Tipikor: Ciee.. Ahok dan Sunny Kompak Tutup Mulut

BeritaIndependent.Com | Tak seperti biasanya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang hadir memberikan kesaksian dalam sidang perkara suap pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang reklamasi tutup mulut.

Dengan mengenakan batik lengan panjang, Ahok enggan memberikan komentar saat ditanya para wartawan. Dia memilih langsung masuk ke ruang tunggu sebelum memberikan kesaksian.

Soal gerakan tutup mulut (GTM) Ahok ini sempat jadi perbincangan awak media. Apalagi hal yang sama juga dilakukan oleh Sunny Tanuwidjaja yang hadir di Pengadilan Tipikor lebih awal.

Karena ogah memberi jawaban pada wartawan, akhirnya para awak media pun meledek Sunny. "Ciee kompak tutup mulut nich yee..". Sunny mengabaikan ledekan ini dan langsung masuk ke ruang tunggu.

Sebelumnya, pagi hari tadi, Ahok mengatakan,"Yang pasti kalau Jaksa penuntut KPK minta saya jadi saksi, pasti saksi yang memberatkan. Tapi kan dia (Ariesman) punya pengacara," ujarnya di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (25/7).

Ahok mengaku sudah menyiapkan sejumlah dokumen tentang draf dua Raperda untuk persidangan nanti.

Dia memastikan akan menjadi saksi yang memberatkan bagi Ariesman dengan berkata sejujur-jujurnya soal apa yang dia tahu saat penyusunan dua Raperda tersebut.

Sebelumnya, KPK sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah mantan Presiden Direktur PT.Agung Podomoro Land, Ariseman Widjaja; Karyawan PT. APL, Trinanada Prohantoro, dan mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi.

Dari tiga nama tersebut, baru Ariesman dan Trinananda saja yang berkas perkaranya sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor. Sementara, Sanusi hingga saat ini berkasnya masih terus dilengkapi oleh Penyidik KPK.

(Udin Labo)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...