Booking.com
Breaking News
recent

Geger Vaksin Palsu, Ratusan Orang Tua Geruduk RS Harapan Bunda

BeritaIndependent.Com | Menteri Kesehatan Nila F Moeloek membeberkan 14 rumah sakit yang menerima distribusi vaksin palsu. Nila mengungkap hal itu dalam rapat kerja Komisi IX DPR  di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (14/7).

Pasca Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, merilis beberapa rumah sakit yang menerima vaksin palsu, sejumlah orangtua pasien menggeruduk RS Harapan Bunda, Ciracas, Jakarta Timur. Mereka khawatir anak-anaknya menjadi korban atas peredaran vaksin palsu tersebut.

Mereka menuntut pihak rumah sakit menjelaskan nasib anak-anak mereka yang mendapatkan vaksin palsu.

Menurut para orangtua yang menjadi korban vaksin palsu, pihak RS Harapan Bunda harus memberikan keterangan apakah akan melakukan vaksin ulang atau tidak. Pasalnya, sudah hampir lima jam menunggu namun tak sedikit informasi yang didapat.

“Alasannya pihak manajeman masih di jalan, mereka berkelit, masa  dari pukul 17:00 tadi kami menunggu tapi tak kunjung datang,” ujar Aulia salah seorang orang tua yang malam ini hadir di RS Harapan Bunda, Jakarta.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan 20 orang tersangka kasus peredaran vaksin palsu untuk bayi.

Para tersangka terdiri atas enam orang produsen, lima orang sebagai distributor, tiga orang penjual, dua orang pengepul botol vaksin, seorang pencetak label dan bungkus, seorang bidan dan dua orang dokter.

Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto mengungkapkan, kasus itu bermula dari penangkapan seorang‎ tersangka saat penggeledahan di tiga tempat di kantor CV Azka Medika pada 16 Juni 2016. CV Azka Medika diketahui tidak memiliki izin menjual vaksin dan diduga vaksinnya palsu.

Sejumlah vaksin palsu ditemukan dari lokasi penggeledahan itu. Berdasarkan keterangan tersangka, kata dia, vaksin palsu itu diperoleh dari berbagai pihak.

"Penggeledahan dilakukan di kantor CV di Bekasi, di Tambun dan di Kontrakan tersangka, DH," ujar Ari Dono dalam ‎rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2016).‎

Berikut daftar nama 14 ‎rumah sakit yang menerima distribusi vaksin palsu :

1. Dr Sander Cikarang. Sales: Juanda (CV Azka Medika). ‎Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak rumah sakit (RS) dan disetujui direktur rumah sakit.

2. Bhakti Husada sekitar Terminal Cikarang. Sales: Juanda (CV Azka Medika). Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

3. Sentral Medika, Jalan Industri Pasir Gembong.‎ Sales: Juanda (CV Azka Medika). Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

4. RSIA Puspa Husada. Sales: Juanda (CV Azka Medika). Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

5. Karya Medika Tambun. Sales: Juanda (CV Azka Medika). Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

6. Kartika Husada, Jalan MT Haryono Setu Bekasi. Sales: Juanda (CV Azka Medika). Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

7. Sayang Bunda Pondok Ungu Bekasi. Sales: Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

8. Multazam Bekasi. Sales: Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

9. Permata Bekasi. Sales: Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin melalui CV Azka Medical. Kemudian dari bagian pengadaan mengajukan permohonan pengadaan kepada manajer purchasing yang kemudian dimintakan persetujuan kepada direktur RS sebelum dilakukan pemesanan obat atau vaksin.

‎10. RSIA Gizar Villa Mutiara Cikarang. Sales: Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

11. Harapan Bunda Kramat Jati Jakarta Timur. Sales: M Syahrul. Tersangka menawarkan vaksin lewat perawat atas nama Irna (ditahan sebagai penyedia botol tersangka Rita dan Hidayat) kemudian Irna meminta tanda tangan dokter dan dimasukkan sebagai persediaan rumah sakit.

12. Elisabeth Narogong Bekasi. Sales: Juanda (CV Azka Medika).Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.

13. Hosana Lippo Cikarang. Sales: Juanda (Azka Medika). Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.

14. Hosana Bekasi Jalan Pramuka. Sales: Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.

Sementara enam ‎bidan serta dua klinik yang menerima vaksin palsu, adalah:

1. Bidan Lia‎, KP Pelaukan Sukatani Cikarang. Suplier: Juanda CV Azka Medika
2. Bidan Lilik, Perum Graha Melati Tambun.‎ Suplier: Juanda CV Azka Medika‎.
3. Bidan Klinik Tabina Perum Sukaraya, Sukatani, Cikarang.‎ Suplier: Juanda CV Azka Medika
4. Bidan IIS Perum Seroja Bekasi. ‎Suplier: Juanda CV Azka Medika
5. Klinik Dafa DR Baginda Cikarang.‎ Suplier: Juanda CV Azka Medika
6.‎ Bidan Mega Puri Cikarang Makmur, Sukaresmi, Cikarang. Suplier: Juanda CV Azka Medika‎.
7. Bidan M Elly Novita, Ciracas, Jakarta Timur.‎ Suplier: Kartawinata alias Ryan‎.
8. ‎Klinik Dr Ade Kurniawan, Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat. Suplier: Seno. Adapun modusnya, tersangka menawarkan vaksin dengan cara memberikan price list harga‎.
(R/Umi Khalsum)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...