Booking.com
Breaking News
recent

Gawat! Tukang Batu, Tukang Ngaduk Semen Sekarang Diambil Alih Buruh Cina

foto: tribunnews
BeritaIndependent.Com | Ditengah meledaknya angka pengangguran yang cukup tinggi rupanya buruh kasar dari Cina yang merebak ditanah air ikut berperan, salah satunya yang terjadi di Pabrik semen PT Conch, Kabupaten Barru.

Mereka telah merebut pundi-pundi ekonomi rakyat dengan modus visa turis untuk bekerja. Hal ini sebenarnya sudah diingatkan oleh Staf Khusus Menteri ESDM, Mohammad Said Didu yang mengecam kehadiran tenaga kerja asing yang membludak dari Cina.

Said Didu mengungkap banyak fakta terkait kedatangan tenaga kerja asing tersebut. Yang menjadi kegundahan sekaligus pertanyaan Said Didu adalah mengapa tenaga kerja asing asal Cina tersebut menduduki pos-pos pekerjaan yang sebenarnya masih bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal asal Indonesia. Seperti tukang batu, tukang ngaduk semen, tukang cat, bahkan pekerjaan mencangkul untuk drainase pun dilakukan buruh Cina.

Said pun merujuk pada beberapa kejadian terakhir yang dialaminya secara langsung. Termasuk saat ia berada dalam pesawat yang sama dengan 50-an tenaga kerja asing Cina yang akan ditempatkan di Kendari.

Menurut Said, belum ada perubahan peraturan ketenagakerjaan di Indonesia. Sehingga, sebenarnya tenaga kerja asing yang boleh masuk ke Indonesia, hanya tenaga kerja asing yang akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tak dapat dilakukan oleh tenaga kerja lokal.

Pabrik Semen Cina di Tutup

Terkait hal tersebut, Pabrik semen PT Conch, di Jl Andi Bau Massepe, Desa Jampue, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru kemarin ditutup. Kendaraan tidak boleh masuk. Gerbang dipalang dan digembok serta dipasangi segel cap Pemerintah Kabupaten Barru.

Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal (KP3M) Kabupaten Barru yang menyegel perusahaan semen China, itu.

"Ini sudah disegel dari Jumat sore kemarin," kata sekuriti PT Conch, Muhammad Hasbi,  di pos gerbang PT Conch, pagi tadi seperti disitat tribunbarru.com.

Tak ada aktivitas di pabrik, sepi karyawan.  "Sudah tidak ada yang masuk sejak hari Sabtu sampai hari ini," ujar Hasbi.

Sebelumnya, Aparat gabungan, petugas Imigrasi, polisi dan anggota DPRD Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menemukan warga negara asing (WNA) yang bekerja sebagai buruh kasar yang tidak memiliki dokumen keimigrasian di perusahaan semen PT Chonh.

“Atas Informasi masyarakat Barru, kita melakukan penggeledahan di penampungan WNA asal China yang bekerja sebagai buruh kasar di perusahaan semen, PT Chongh Kabupaten Barru," jelas kepala seksi lalu lintas dan status Imigrasi Kota Parepare di Kabupaten Barru, Selasa (26/7/2016).

Dari hasil pemeriksaan, dari ratusan warga negara asal Tiongkok, hanya 29 orang yang memiliki kelengkapan berkas sebagai tenaga kerja asing untuk bekerja di Kabupaten Barru.

"Sidak ratusan imigran gelap ini bertujuannya untuk menertibkan warga negara asing yang bekerja di Kabupaten Barru, supaya semuanya terdaftar, dan bekerja secara Legal," jelas Andi Haeruddin, anggota DPRD Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

(Umi khalsum)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.