Booking.com
Breaking News
recent

Gandrung Main Pokemon Go? Ini yang Mesti Diketahui Para Gamer

BeritaIndependent.Com | Beberapa hari lalu muncul kabar jika Niantic Labs bakal segera merilis secara resmi Pokémon GO di wilayah Asia dan Eropa. Banyak yang memprediksikan jika hal itu akan terjadi hari ini, atau paling lambat akhir pekan nanti. Namun ternyata harus menunggu lebih lama lagi. Karena Niantic Labs sementara ini baru merilis di Eropa saja, lebih tepatnya, Jerman.

Berkat kecanggihan IT, permainan online Pokemon Go itu tengah digandrungi masyarakat setelah awal Juli lalu diluncurkan oleh John Hanke di Amerika Serikat, Australia dan New Zealand. Di Indonesia, Pokemon Go juga sudah digandrungi. Walaupun belum dirilis resmi masyarakat sudah bisa mengunduh game itu.

Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informasi Henri Subiakto menjelaskan, Pokemon Go menggunakan teknologi Augmented Reality yakni menggabungkan dunia maya yang ada di kamera ponsel pintar dengan tampilan fisik di sekitar pemainnya. Bermain Pokemon Go harus mengaktifkan kamera ponsel dan mengharuskan pemainnya berjalan untuk mencari makhluk Pokemon yang tersebar di rumah, jalan, taman, masjid, dan tempat-tempat strategis lainnya.

"Karena asyik mengejar Pokemon para pemain bisa terlena. Ada yang masuk pekarangan orang lain, masuk kantor polisi, masuk masjid, bahkan muter di museum, sampai ada yang tertabrak kendaraan," beber Henri dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (17/7).

Dia menambahkan, sebagaimana kebiasaan orang Indonesia yang selalu mengikuti tren gadget baru, banyak yang akhirnya mengunduh Pokemon Go namun kebanyakan justru terjangkit virus komputer.

"Berbeda dengan masyarakat Jepang. Walaupun Pokemon aslinya buatan Nintendo Jepang, game ini masih belum diijinkan masuk," kata Henri.

Menurutnya, pemerintah Jepang khawatir Pokemon Go membuat masyarakat tidak produktif, membahayakan dan belum terbukti aman dari persoalan cyber security.

"Saat bermain Pokemon dengan kamera selalu on maka disadari atau tidak telah menjadi collaborator, mengirim sinyal dan data tentang diri, aktivitas, lingkungan pemain. Pokemon Go yang gratis ini akan mengumpulkan big data dari para user dan lingkungannya untuk keperluan bisnis untuk menarik investor serta keperluan peta digital yang lebih detail," demikian Henri, seperti dirilis RMOL.

Melansir dari IGN, pihaknya mendapatkan keterangan resmi dari Vice President Niantic Labs, bahwa mereka tidak memiliki rencana merilis Pokémon GO Android dan iOS selain di Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Jerman, dan Inggris Raya negara Eropa pertama yang mendapatkan Pokémon GO hari ini.

Pernyataan resmi Naintic Labs ini jelas kembali meruntuhkan harapan gamer Pokémon GO Indonesia yang sudah rela menunggu seminggu tidak memainkan versi APK-nya yang tidak didistribusikan melalui Play Store-nya Google.

Padahal kemarin sudah banyak yang antusias menunggu saat-saat ketika App Store iOS di-refresh setiap hari Kamis, dan memicu dugaan jika hari ini, Pokémon GO dirilis juga di Asia, termasuk Indonesia. Namun ternyata hanya Inggris Raya saja yang mendapatkannya secara hari ini. Dengan demikian, sampai detik ini baru lima negara yang dibuka aksesnya memainkan Pokémon GO secara resmi. Tidak diketahui apa alasan Niantic Labs masih belum mau merilisnya di Asia dan juga Indonesia. Apakah karena banyaknya gamer Asia yang memainkan APK Pokemon GO?

Yang pasti, hingga saat ini, belum ada kepastian kapan Niantic Labs akan merilis Pokémon GO di Indonesia.

Sebelumnya dikabarkan jika game augmented reality dari Nintendo dan Niantic Labs yang dirilis 6 Juli 2016 lalu menimbulkan kekacauan di server Niantic Labs, sehingga mereka terpaksa melakukan “pembatasan” agar pemain di luar ketiga negara awal dimana game ini dirilis tidak ikut masuk memainkannya, karen akan makin membebani permainan. Di Jepang sendiri, dimana Pokémon berasal, game ini juga belum dirilis.

Di negara asalnya, The Pokémon Company memang tidak memberikan pernyataan resmi, namun beberapa pihak yang dekat dengan mereka selalu mengingatkan agar pemain di negaranya agar “sabar menunggu” sampai peluncuran resminya hadir di sana. Memang ironis, negara dimana Pokémon lahir dan besar justru belum mendapatkannya. Bahkan dilaporkan saat ini banyak penggemar yang merasa frustasi karena game ini tidak kunjung hadir. Padahal selama sesi closed betanya, gamer mobile Jepang kebagian lebih dulu bertugas menguji game ini (baru kemudian Selandia Baru dan Australia, serta menyusul Amerika Serikat).

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...