Booking.com
Breaking News
recent

FPI Beberkan Kronologi Tragedi Tanjung Balai

BeritaIndependent.Com | Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab angkat bicara soal kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai, Sumatera Utara pada Jumat malam.

Menyikapi tragedi Tanjung Balai, Habib Rizieq menyerukan kepada semua pihak untuk stop melakukan pelecehan terhadap agama apa pun.

Atas peristiwa tersebut, Habib Rizieq juga mengungkapkan sejumlah ketidakadilan yang terjadi di Jakarta. Karenanya, ia mengingatkan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok agar kerusuhan di Tanjung Balai dijadikan pelajaran untuknya.

"Hati-hati, jangan sampai di Ibu Kota terjadi hal serupa, nanti bisa menjalar kemana-mana, karena Ahok di Jakarta telah menggusur masjid, melarang qurban, menghina jilbab, ngotot mau legalkan pelacuran dan miras, juga melarang takbiran keliling, dan tidak mengizinkan tabligh akbar di Monas, serta mulai usil dengan wilayah religius Keramat Luar Batang tanpa peduli dengan aspirasi umat Islam sebagai mayoritas penduduk Jakarta," jelas Habib Rizieq.

BERIKUT ADALAH KRONOLOGI YANG BERHASIL DIKUMPULKAN FPI DARI BERBAGAI SUMBER

1. Pada hari Jum'at 29 Juli 2015 sekitar pukul 21.00 WIB, bertempat di Jln. Karya Lingkungan II Kelurahan TB. Kota I Kec.Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai telah terjadi keributan antara masyarakat Etnis Cina dengan masyarakat pribumi. Masyarakat Etnis Cina yang bernama Erlina (Perempuan), umur 46 tahun, memprotes dan melarang pengeras suara dari Masjid Al Maksum hingga memicu masyarakat Pribumi ± 50 orang melakukan aksi spontanitas melempari rumah Erlina.  Merasa tidak terima mereka melaporkan ke Kepling, dan Keliling membawa ke kantor Lurah TB.Kota I Kec.Tanjungbalai Selatan.

2. Pada pukul 21.35 WIB, Pengurus Masjid Al Maksum dan Masyarakat Etnis Cina yang bernama Erlina dan Suami beserta Kepling mendatangi Kantor Lurah Kelurahan TB. Kota I Jalan Juanda untuk didamaikan.  Dikarenakan tidak ada kesepakatan antara kedua belah pihak yang ribut, akhirnya diarahkan ke Kantor Polsek Kota Tanjungbalai.  Pengurus Masjid Al Maksum dan masyarakat Etnis Cina yang bernama Erlina dan Suami beserta Kepala lingkungkungan diperiksa di Kantor Polsek Kota Tanjungbalai. Ketua MUI Bpk. H. Syahron Sirait dan Sekretaris FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Bpk. Marolop untuk meredahkan masyarakat kota tanjungbalai dan mendamaikan di Polsek Kota Tanjungbalai.

3.  Pada hari Sabtu tgl 30 Juli 2016 sekitar pukul 00.45 WIB bertempat di Pantai Amor Jalan Asahan Kel. Indra Sakti Kec.Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai telah terjadi pelemparan, pembakaran dan pengrusakan Vihara, Kelenteng beserta Kendaraan roda 4. Adapun Vihara dan Kelenteng yang dirusak dan dibakar, sebagai berikut :

Vihara dan Kelenteng dibakar dan dirusak massa:

1) Vihara Tri Ratna dibakar dan 3 Unit kendaraan roda 4 dibakar Jln.Asahan Kel. Indra Sakti Kec. Tanjungbalai Selatan.
2) Vihara Avalokitesvara dibakar Jln.Teuku Umar Kel.Indra Sakti Kec.Tanjungbalai Selatan.
3) Kelenteng Dewi Samudra dibakar Jln.Asahan Kel.Indra Sakti Kec.Tanjungbalai Selatan.
4) Kelenteng Ong Ya Kong dibakar Jln.Asahan Kel.Indra Sakti Kec.Tanjungbalai Selatan.
5) Kelenteng Tua Pek Kong Jln.Asahan Kel.Indra Sakti Kec.Tanjungbalai Selatan.
6) Kelenteng Tiau Hau Biao dibakar Jln.Asahan Kel.Indra Sakti Kec.Tanjungbalai Selatan.
7) Kelenteng Depan Kantor Pengadaian dibakar Jln.Sudirman Kel.Perwira Kec.Tanjungbalai Selatan.
8) Kelenteng dibakar Jln.M.T.Haryono Kel.Perwira Kec.Tanjungbalai Selatan.
9) Kelenteng Huat Cu Keng dibakar Jln.Juanda Kel.Tanjungbalai .Kota I Kec.Tanjungbalai Selatan.
10) Kelenteng dirusak Jln.Juanda Kel.Tanjung balai.Kota I Kec.Tanjungbalai Selatan.
11) Yayasan Sosial dirusak dan 3 Unit Kendaraan roda 4 dirusak Jln.Mesjid Kel.Indra Sakti Kec.Tanjungbalai Selatan.
12) 3 Unit rumah dirusak.

Sementra itu, Sekretaris Forum Umat Islam (FUI) Tanjung Balai, Ustaz Luthfi Ananda Hasibuan mengatakan peristiwa tersebut menjadi puncak kemarahan warga akibat sikap warga etnis Cina yang selama ini arogan.

"Mereka suka menyepelekan, suka semena-mena, jika kesenggol sedikit langsung marah dan tak segan-segan mengajak berkelahi," ujarnya seperti disitat Suara Islam Online, Sabtu (30/7/2016).

Karena itulah, kata dia, warga sudah lama geram. "Selama ini kita sudah bersikap sabar, namun karena sudah keterlaluan dan kemarahan warga tak terbendung jadi sekarang ini puncaknya," ungkapnya.

Kerugian Materil diperkirakan Milyaran Rupiah. Untuk korban jiwa belum diketahui. Situasi saat ini sudah kondusif, massa yang ribuan sudah terpecah dan sebagian sudah kembali kerumah masing-masing.

Editor : Alia Rahmawati
Sumber : habibrizieq

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.