Booking.com
Breaking News
recent

Erdogan Bertekad Bongkar Aliran Dana Haram Penyokong Kudeta

BeritaIndependent.Com | Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa kudeta yang terjadi di Turki pekan lalu masih belum berakhir. Dia bertekad akan menelusuri aliran dana haram milik pelaku kudeta yang kini tengah ditangkap.

Dalam keterangannya kepada pers Erdogan menyebutkan adanya aktor "jahat" yang mendanai aksi kudeta itu. Dia juga mengatakan bahwa dirinya yakin ada negara asing yang mungkin terlibat dalam upaya untuk menggulingkan dirinya dari kekuasaan.

Sebelumnya, Duta Besar AS di Ankara membantah tegas spekulasi keterlibatan negaranya dalam malam berdarah tersebut dan menganggap spekulasi itu tanpa dasar. Sementara Menlu AS John Kerry menyebut tuduhan tersebut akan membahayakan hubungan kedua negara.

Sementara mantan jurnalis The Guardian David Hearst setidaknya yang pertama mencurigai adanya indikasi keterlibatan AS, setidaknya mengetahui (prior notice) adanya rencana kudeta. Naluri jurnalistiknya menangkap adanya keganjilan dari statemen John Kerry di jam-jam awal kudeta.

John Kerry, kata David, pernah menyampaikan pernyataan yang bersayap, yang sama sekali tidak menjelaskan posisi AS sebenarnya dalam merespon kudeta berdarah kelompok militer di Jumat malam itu. Kerry hanya menyampaikan keinginan pemerintah AS akan stabilitas, keamanan dan kesinambungan di Turki.

Terkait hal ini, Erdogan langsung mengumumkan penerapan keadaan tiga bulan dalam keadaan darurat menyusul upaya kudeta yang terjadi pada 15 Juli 2016 lalu. Langkah itu diambil Erdogan untuk menghilangkan apa yang dia sebut sebagai “ancaman terhadap demokrasi” Turki.

Dalam wawancara dengan kantor berita Al Jazeera  pada Kamis, (21/7), Erdogan menolak tuduhan yang mengatakan bahwa dirinya akan menjadi seorang otoriter yang mengancam demokrasi di Turki.

“Kami akan tetap berada dalam sistem demokrasi parlementer. Kami tidak akan pernah menjauh dari sistem itu,” tegas Erdogan. (Reuter/Al Jazeera/Dea)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...