Breaking News
recent

DPR Prihatin Tragedi Brexit, Komisi V Segera Bentuk Panja

BeritaIndependent.Com | DPR mengaku prihatin atas tragedi Brexit pasca belasan orang meninggal dunia saat perjalanan mudik di Brebes, Jawa Tengah. Tragedi ini dinilai sebagai bukti buruknya koordinasi pemerintah dalam mengelola manajemen mudik tahun ini.‎

Seperti diwartakan sebelumnya, sebanyak 12 orang meninggal dunia saat perjalanan mudik di Brebes, Jawa Tengah. Beberapa di antaranya meninggal diduga kelelahan akibat macet setelah turun dari bus kemudian pingsan dan meninggal.

Anggota Komisi V DPR Moh Nizar Zahro‎ mengatakan, tradisi mudik Lebaran tahun 2016 berubah menjadi bencana massal akibat macet yang berkepanjangan.

"Belasan korban meninggal dunia merupakan bukti buruknya koordinasi pemerintah dalam mengelola manajemen mudik tahun ini," katanya  dalam keterangan tertulisnya, pada Kamis (7/7/2016).

Baca Juga: 12 Mayat Tumbal Mudik 2016, Netizen: Salam 2 Periode Masuk Liang Lahat

Terkait hal tersebut, Komisi V DPR RI akan membentuk Panitia Kerja terkait belasan pemudik meninggal dunia akibat kemacetan panjang di pintu tol Brebes Timur atau Brebes Exit (Brexit).

Menurutnya, adanya korban dalam arus mudik lebaran bukti buruknya koordinasi pemerintah dalam mengelola manajemen mudik tahun ini.

"Karena itu perlu kiranya agar Komisi V membentuk Pantia Kerja (Panja) Tragedi Brexit itu," imbuhnya.

Pembentukan panja, katanya, nantinya untuk mempertanyakan ke Kementerian Perhubungan perihal penyebab macet dan jatuhnya korban meninggal di dekat pintu keluar Tol Brebes Timur.

"Kan nanti bisa ditanya kalau di Panja," tukasnya. (rilis)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.