Booking.com
Breaking News
recent

Bupati Purwakarta: Melarang Takbir Keliling, Sama Saja Melarang Syiar Islam

BeritaIndependent.Com | Berbeda dengan Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Purwakarta tak akan melarang takbir keliling. Umat Islam Purwakarta bebas mengadakan pawai baik di kota maupun di kampung.

"Tak ada larangan, silahkan bertakbir gaungkan asma Allah," kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kepada awak media, pada Senin (4/7)

Menurut Kang Dedi,  melarang umat islam bertakbir sama saja melarang syiar Islam. Untuk itu, Pemkab Purwakarta justru akan mengawal langsung takbir kelliling itu.

Tak tanggung-tanggung, guna menyemarakkan hari kemenangan itu sebanyak 999 bedug yang berasal dari berbagai mesjid dan mushola di Purwakarta telah disiapkan untuk memeriahkan malam takbiran.

“Malam takbiran di Purwakarta akan ramai, 999 bedug sudah siap untuk ditabuh menyambut 1 Syawal 1437 Hijriyah,” imbuhnya.

Terkait kekhawatiran adanya potensi pelanggaran ketertiban umum pada pelaksanaan takbir keliling. Kang Dedi berkeyakinan, potensi itu bisa diatasi dengan partisipasi pemerintah. Pelanggaran terjadi jika tidak ada peran negara dalam perayaan malam takbiran.

“Kami hanya berusaha menyediakan ruang. Kalau tidak diatur malah nanti akan repot. Masyarakat akan seenaknya membawa bedug mereka keliling kota. Tapi kalau kita buat parade, tentu akan lebih teratur. Stakeholder pengamanan juga kita siapkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

(Dadang Rukmana/ BeritaIndependent.Com)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...