Booking.com
Breaking News
recent

Bantah Berita Hoax Unesco, FPI: Islam Tidak Butuh Pengakuan, Islam Tidak Butuh Sertifikat


BeritaIndependent.Com | Terkait maraknya berita hoax yang dilansir media tidak waras, DPP Front Pembela Islam (FPI) membantah dan sekaligus mengklarifikasi soal Sertifikasi dari Unisco Badan PBB yang bermitra dengan International Peace Foundation.

Berikut bantahan FPI yang disiarkan langsung dari Markaz Syariah DPP FPI Jakarta, via akun @DPP_FPI, sesaat yang lalu:

1. Beberapa hari terakhir beredar berita UNESCO memberikan penghargaan kepada Islam sebagai agama yang paling damai.

2. Berita tersebut cukup tersebar dan dimuat di beberapa Media Online. Namun benarkah berita tersebut? Benarkah UNESCO melakukan itu?

3. Berawal dari kecurigaan kami pada desain sertifikatnya yang jelek dan nampak amatiran. Kami telusuri dari mana berita ini awalnya.

4. Sekelas PBB, nampaknya tdk mgkn buat desain sejelek ini. Desain ini seperti garapan anak SMU/STM yg baru belajar

5. Dari penelusuran kami, ternyata semua mengarah pada satu sumber yaitu web asal india > http://www.juntakareporter.com/world/unesco-declares-islam-as-the-most-peaceful-religion-of-the-world/ …

6. Web http://juntakareporter.com  adl web satir. Dan mereka nyatakan sendiri dlm disclamernya. Jadi ini bkn media Waras

7. Web http://juntakareposter.com  kurang lebih seperti Charlie Hebdo. Gemar MEMBUAT BERITA untuk menyindir dan menghina Islam.

8. Kalau di Indonesia ya model2 seperti Permadi Arya alias Abu Janda. Bikin sindiran-sindiran utk hina Islam. Lama2 juga bakal kena batunya.

9. Jadi kami pastikan, berita UNESCO beri sertifikat itu adalah HOAX. Kami sangat menyayangkan berita seperti itu tersebar luas.

10. Mengenai ISLAM sendiri tentu kita yakini sebagai agama yg mengajarkan KEDAMAIAN dan KESELAMATAN. Tdk diragukan sedikitpun. Alhamdulillah

11. Islam tdk butuh pengakuan, tdk butuh sertifikat apapun sbg yg paling damai, dsb. Ajaran Islam sendiri sdh mengkonfirmasi hal itu.

12. Cara terbaik utk menilai suatu agama, lihatlah Kitab Sucinya dan lihatlah bagaimana Kehidupan Sang Pembawa Pesannya (Rasul).

13. Jangan menilai suatu agama hanya dari laku pengikutnya. Karena tidak semua pengikut suatu agama paham dan taat thd ajaran agamanya.

14. Demikian Kultwit singkat terkait beritaan hoax Unesco yg beri sertifikat damai. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah berita yang dilansir media tidak waras menyebut UNESCO baru saja menyatakan bahwa Islam adalah agama yang paling damai di dunia.

Badan PBB ini menjelaskan bahwa pihaknya menjalin mitra dengan International Peace Foundation selama enam bulan untuk meneliti dan mendalami semua agama di dunia, yang mana paling damai diantara semuanya.

“Setelah enam bulan melakukan studi ketat dan menganalisis secara mendalam, kami telah menyimpulkan bahwa Islam adalah agama yang paling damai,” kata Kepala Studi Banding International Peace Foundation dalan konferensi pers yang dihadiri oleh para pejabat UNESCO, dilansir dari Juntakareporter di Jakarta, Minggu (10/7).

Selanjutnya ketika ditanya tentang serangan teroris yang dilakukan atas nama Islam, termasuk kejadian baru-baru ini di Dhaka dan Baghdad, Pejabat UNESCO membantah tragedi itu terkait dengan Islam.

“Teroris tidak memiliki agama,” katanya, “Islam memiliki arti damai”.

Beberapa situs islam Indonesia merujuk pemberitaan itu pada Times Indonesia yang dilepas pada 9 Juli 2016. Namun dalam penelusuran GATRAnews, semua berita itu merujuk pada situs di India Junta Ka Reporter. Dalam berita di  Junta Ka, yang dirilis pada 4 Juli 2016, memang dikabarkan bahwa Badan PBB itu pada hari berita itu ditulis (4 Juli 2016) telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Islam adalah agama paling damai di dunia.

Disebutkan pemberitan sertifikat itu adalah hasil kerjasama antara Unesco dengan organisasi Peace Foundation International.

(Nicky Putune Sinten/R-007)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...