Booking.com
Breaking News
recent

Bachtiar Nasir: Kehadiran Ulama Pada Pilkada DKI Jakarta Guna Mencegah Munculnya Mudharat

BeritaIndependent.Com | Sejumlah ulama Jakarta membuat pernyataan tertulis serukan calon gubernur Muslim bagi Jakarta. Sejumlah ulama yang mengatasnamakan Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah untuk Gubernur Muslim Jakarta (MTJB-GMJ) ini akan menggalang partisipasi warga muslim Jakarta.

Salah satu Juru Bicara MPJ, Ustaz Bachtiar Nasir yang juga Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), menyampaikan bahwa hak konstitusi Umat Islam sangat strategis menentukan arah ideologi berbangsa dan bernegara.‎

"Menyadari betapa pentingnya kepemimpinan umat Islam di Jakarta sebagai perintah agama dan dalam rangka mencegah munculnya mudharat yang merusak kehidupan umat Islam khususnya di DKI Jakarta," ujar dia, Selasa (19/7) di Ruang Motik Masjid Agung Sunda Kelapa.

Untuk itu, sejumlah Ulama diantaranya mantan Ketua Baznas KH Didin Hafidhuddin, Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Ridwan, KH Luthfi Fathullah, dan KH Zaitun Rasmin, dalam konferensi persnya menyatakan lima hal.

Pertama, sepakat untuk menggalang partisipasi penuh umat Islam dalam kontestasi suksesi kepemimpinan DKI dengan kandidat pasangan calon dari kalangan umat Islam.

Kedua, sepakat untuk mengajak berbagai elemen tokoh/lembaga umat Islam yang ada di Jakarta untuk berjuang bersama dalam mengikhtiarkan terwujudnya poin satu.

Ketiga, sepakat untuk meningkatkan komunikasi politik dengan para pimpinan partai politik demi calon gubernur Islam.

Keempat sepakat untuk mengajak seluruh umat Islam ibukota memenangkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Muslim.

Kelima sepakat untuk menggalang ukhuwah Islamiyyah dan tetap menjaga agar suasana kehidupan Jakarta tetap kondusif sekalipun bila terjadi perbedaan-perbedaan dalam mengambil sikap, ijtihad,  dan pilihan politik dalam koridor syar'i. (Sumber: ROL)



No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.