Breaking News
recent

2 Tahun Kabinet Kerja, 2 Kali Reshuffle, Fadli Zon: Jangan Sampai Reshuffle Menjadi Agenda Tahunan Presiden

BeritaIndependent.Com | Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon berharap Kabinet Kerja yang baru saja diisi dengan beberapa wajah baru bisa melakukan berbagai perbaikan. Terutama perbaikan di bidang ekonomi.

Menurut Fadli, masalah reshuffle bukan persoalan siapa menggantikan siapa untuk jabatan pembantu presiden. Sebab yang lebih penting, katanya, presiden harus lebih cermat dalam memilih menterinya.

"Belajar pada tahun lalu, kita melihat bahwa reshuffle ini sudah dua kali, tambal sulam, trial and error, kita tidak ingin kabinet kerja ini menjadi trial and error," kata Fadli kepada awak media di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Rabu (27/7).

Kalau tidak cermat, imbuhnya, kabinet hanya akan menjadi "trial and error" dan reshuffle menjadi agenda tahunan presiden.

"Sekali lagi, ini adalah hak prerogatif presiden. Tapi kalau timnya itu tidak pernah solid, berarti kesalahan bukan pada menterinya, tapi pada presidennya dalam memilih menteri," ujarnya.

Fadli berharap jangan sampai tumpuan harapan hanya diharapkan pada satu figur. Misalnya dalam bidang ekonomi cuma mengandalkan masuknya Sri Mulyani.

Padahal, ada sejumlah menteri yang cukup vokal dan konsisten menjalankan aturan seperti Rizal Ramli justru dicopot.

"Ini patut juga disayangkan. Kita tidak ingin juga menteri-menteri yang baik kemudian tidak mendapatkan satu peluang untuk bekerja. Tapi itu semua sudah menjadi hak prerogatif presiden," katanya.

Berikut daftar menteri baru yang diumumkan Presiden Joko Widodo hari ini:

1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto

2. Menteri Keuangan Sri Mulyani

3. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo

4. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

5. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy

6. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

7. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

8. Menteri ESDM Archandra Tahar

9. Menteri PAN dan RB Asman Abnur

10. Menteri Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan

11. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil

12. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong

13. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (R)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.