Booking.com
Breaking News
recent

"Verifikasi Faktual" KTP Pendukung Ahok Oleh Kompas TV Hasilnya Gagal Total

BeritaIndependent.Com |  Partai Golkar, Partai Nasdem dan Hanura sepertinya wajib menonton liputan Kompas TV soal yang satu ini. Mengapa? Sebab hal ini terkait TemanAhok yang mengklaim berhasil kumpulkan 1 JUTA KTP dukungan untuk Ahok tenyata hanya bikin "sakit perut". Apalagi mereka sesumbar mau maju dari jalur independen.

Seperti termaktub dalam UU Pilkada yang baru disahkan DPR beberapa waktu lalu, untuk lolos jalur independen maka dukungan KTP akan diverifikasi secara faktual oleh KPU.

Setiap KTP dukungan akan dicek satu per satu ke alamatnya, dibuktikan benar atau tidaknya ada orangnya, kalau orangnya ada maka akan ditanya benar tidaknya orang tersebut memberi dukungan.

Nah, sebelum KPU melakukan verifikasi (kalau benar Ahok nanti maju jalur independen), Kompas TV mencoba membuktikan dengan melakukan verifikasi faktual KTP yang dikumpulkan Teman Ahok.

Aiman dari Kompas TV dengan didampingi seorang pendiri Teman Ahok lalu melakukan verifikasi faktual dengan sampel 2 (dua) KTP yang dikumpulkan Teman Ahok... Mereka mendatangi rumah sesuai KTP yang dikumpulkan Teman Ahok... Dan apa yang terjadi? Kedua duanya GAGAL TOTAL !!

Pada KTP pertama, orangnya tidak ada karena tidak tinggal di rumah itu. Disebutkan dia numpang KTP. Loh numpang KTP?

Lalu KTP kedua yang didatangi rumahnya... orangnya juga tidak ada.

Kata Aiman kepada Teman Ahok: "Mas ini kita baru cek 2 KTP loh, padahal katanya ada 1 juta KTP, dan dua-duanya tidak ada. Lah nanti kalau KPU yang ngecek dan kondisinya seperti ini, bagaimana?"

Teman Ahok cuma cengar cengir, "Kita juga belum bisa membayangkan".

Pantesan kalau Ahok mulai ngomong tak masalah kalau nanti maju lewat Parpol setelah dapat dukungan Golkar, padahal dulu ngotot maju independen. Lah, independen gimana kalau 2 KTP yang diverifikasi aja ternyata bodong.

Simak video Liputan Aiman dari Kompas TV:

Sumber: YouTube / PortalPiyungan/ Niki Sinten

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...