Booking.com
Breaking News
recent

Tanda Orang Celaka dan Terkutuk di Bulan Suci Ramadhan

Suatu ketika Rasulullah saw naik ke atas mimbar, kemudian beliau mengucapkan kalimat “aamiin…” yang pertama. Kemudian mengucapkan kalimat “aamiin…” yang kedua. Lalu kembali mengucapkan kalimat “aamiin...” yang ketiga. Setelah selesai berkhutbah, para sahabat bertanya tentang “aamiin” yang diucapkan oleh Rasul. Mereka bertanya, “Siapa yang berdoa dan didoakan sehingga Rasulullah mengamininya?”

Kemudian Nabi menjawab, beliau kedatangan malaikat Jibril dan mengatakan, “Semoga masuk neraka dan terkutuk seseorang yang sempat menemui kedua orang tuanya, tetapi tidak sempat mengabdi dan memuliakannya.”

Menjadi terkutuk dan masuk neraka karena orangtua adalah lahan pengampunan dari Allah SWT, maka yang tidak mengabdi kepada orangtua, sesungguhnya telah menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT. Untuk itu, Nabi mengucapkan “amiin” yang pertama.

“Aamiin...” kedua adalah orang yang mendengar nama Nabi saw disebutkan, tetapi tidak mengucapkan shalawat kepada beliau. Maka orang tersebut adalah orang yang terkutuk. Karena shalawat kepada Nabi adalah pintu yang amat lebar untuk mendapatkan syafaatnya.

Kemudian “amin...” ketiga adalah orang yang sempat menemui bulan Ramadhan, dan ketika ia keluar dari bulan tersebut dosa-dosanya belum diampuni oleh Allah. Sebab bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan. Bulan rahmat dan keridaan-Nya Allah. Tetapi di bulan itu, ia tidak berusaha meningkatkan kualitas ibadahnya dan tidak ada usaha mengurangi kemaksiatan.

Rasulullah saat itu juga bercerita tentang sesuatu yang akan terjadi di masa-masa mendatang. Yakni adanya orang celaka dan terkutuk di bulan suci Ramadhan. Orang yang tidak pernah peduli dengan bulan mulia tersebut. Sebelum Ramadhan tidak ada semangat menyambutnya, dan disaat Ramadhan tiba, tidak bersyukur terhadap nikmat kesempatan bisa memasukinya. Sehingga amal baik pun tidak segera ditingkatkan dan maksiat tidak berusaha dikurangi.

Disebutkan juga oleh para ulama, tanda yang meninggal dalam kemuliaan iman (khusnul khatimah) adalah mereka yang berusaha membuat perubahan selama bulan Ramadhan agar lebih baik dari sebelum Ramadhan. Ada pun tanda yang meninggal dalam keadaan celaka (su’ul khatimah) adalah mereka yang saat Ramadhan tiba, tidak menghargai bulan mulia ini. Tidak ada upaya meningkatkan amal baik. Segala kemaksiatan yang dilakukan di luar Ramadhan, dengan mudahnya dilakukan saat berada di bulan suci Ramadhan. Wallahu a’lam. (aliyfaizal)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...