Booking.com
Breaking News
recent

Survey Terbaru LSPI: Ahok Teratas, Yusril Tetap Nomor 2

BeritaIndependent.Com | Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) menyebutkan popularitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat ini mulai dibayang-bayangi oleh popularitas Yusril Ihza Mahendra.

"Popularitas Ahok masih teratas dengan hasil 23 persen, sedangkan di bawahnya berturut turut adalah Yusril Ihza Mahendra 19 persen, Tri Rismaharani 6,9 persen, Sandiaga Uno 6,3 persen dan Djarot Saiful Hidayat 3,7 persen," ujar Direktur Riset LSPI, Zulfan Haris melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Jumat (3/6/2016) malam.

Zulfan mengatakan hasil itu diperoleh melalui survei tatap muka yang dilakukan pada tanggal 22-27 Mei 2016 terhadap 440 responden, yang tersebar di DKI Jakarta, dengan metode multistage random sampling dan margin of error sebesar 4,8 persen pada tingat kepercayaan 95 persen.

Melalui hasil survei juga diketahui tingkat keterpilihan atau elektabilitas para bakal kandidat antara lain Ahok memimpin dengan 36,4 persen, Yusril 29,8 persen, Rismaharani 9,5 persen dan Sandiaga Uno 2,5 persen. Sedangkan 21,8 persen responden menyatakan belum memutuskan untuk memilih.

"Dengan hasil itu, peluang penantang Ahok untuk menang dalam pilkada DKI Jakarta cukup terbuka," papar Zulfan.

Menanggapai hasil survei LSPI, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Strategis Ahmad Nasuhi menyatakan tren tersebut patut dicermati oleh Ahok selaku calon petahana.

Nasuhi menilai isu-isu menyangkut nama baik Ahok yang bergulir belakangan ini turut berpengaruh terhadap elektabilitas Ahok sehingga patut diantisipasi. (rilis)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.