Booking.com
Breaking News
recent

Supir Taksi Surabaya Ini Tak Setuju Risma Jadi Gubernur Jakarta, Ini Alasannya

BeritaIndependent.Com | Atmosfir politik di Jakarta, rupanya membawa efek bagi warga Surabaya. Buktinya, supir taksi yang membawa Berita Independent dari Bandara Juanda menuju Tunjungan Plasa pada Minggu malam (26/6) tak henti-hentinya menyoroti kondisi hiruk pikuk Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Yok opo Ahok kuwi pak, bendino kok gegeran trus. Lambene kok enteng men, kiro-kiro piye?," ujar Manto, supir Taksi, warga Wonokromo ini membuka cerita.

Meski hanya seorang supir taksi, Manto tampak gaul dan selalu mengikuti berita terkini soal politik di Jakarta. Itu bisa terlihat dari pemahamannya soal sepak terjang Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Lalu, ia pun membandingkan dengan sepak terjang dan reputasi Bu Risma, Walikota Surabaya saat ini.

"Kalau Pak Ahok itu banyak ngomong sedikit bekerja, beda dengan Bu Risma, sedikit ngomong tapi banyak bekerja," kata Manto memberi penilaian.

Manto pun menceritakan bagaimana suksesnya Bu Risma menata kota Surabaya dengan Asri, Nyaman dan Tenang.

"Fasilitas publik di Surabaya ini sudah banyak berubah sejak Bu Risma jadi Wali Kota. Coba bapak perhatikan sepanjang jalan A Yani, sampai ke Tunjungan ini sudah banyak taman dan indah. Kota ini menjadi bersih, ibaratnya daun kering pun ga terlihat.  Tertata rapi," papar Manto.

Yang membuat Manto menyukai kerja Bu Risma semua dilakukan tanpa ribut-ribut. "Saya perhatikan, Bu Risma itu pekerja keras yang tulus. Orangnya ga mau di puji, tau-tau pekerjaannya ada hasil dan bagus. Beda dengan Pak Ahok, itu beresin kalijodo saja hebohnya sampai Manca negara. Lho, Bu Risma beresin Dolly ga pakai tentara dan polisi, tau-tau bersih dan berhasil. Bayangkan, 3 kali Gubernur saja ga mampu beresin Dolly. Nich, hebatnya Bu Risma yang cuma Wali Kota bisa tuntas. Itu yang membuat Bu Risma itu memang hebat," kata Manto antusias.

"Tolak ukurnya itu saja Pak. Dolly itu terbesar di Asia Tenggara bisa beres oleh Bu Risma. Ga pake ribut dan gegeran macam Pak Ahok itu. Itu sebabnya Bu Risma dicintai rakyat Surabaya," imbuh Manto lagi.

Ketika ditanya bagaimana seandainya nanti Bu Risma diusung ke Jakarta, Manto mengaku tak setuju.

"Sebagai warga Surabaya saya keberatan ya. Sulit cari pemimpin seperti Bu Risma itu. Sebaiknya, warga Jakarta tak usah lah narik-narik Bu Risma harus ke Jakarta. Kami masih cinta Bu Risma," katanya.

Sementara hari ini, relawan pendukung Tri Rismaharini (Risma) bernama Tanah Merah Bersama Risma (TAMERIS) menggelar ngabuburit keliling kampung meminta tanda tangan dukungan untuk Risma, pada pukul 16.00 sampai 19.00 WIB, Minggu (26/6).

Acara yang dipusatkan di Musholla Al-Hidayah, Gading Sengon RT 03, RW 022, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara ini juga akan membunyikan kentongan tanda bahaya rezim tukang gusur dan pro reklamasi.

"Bunyi kentongan ini sinyal bahaya untuk warga Jakarta apabila dipimpin Ahok. Sebagai penguasa dia dianggap anti rakyat, main gusur, pro reklamasi dan pengembang," ungkap aktivis TAMERIS Yossi seperti di rilis RMOL.

Yossi mengklaim deklarasi dan dukungan terhadap Risma untuk maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta 2017 semakin hari semakin membesar.

(Eko Sulistyo/ BeritaIndependen.Com)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...